Trik Jaga Kolesterol saat Lebaran ala Chef Vindex Tengker

oleh

Banyaknya sajian santapan Lebaran mesti disiasati dengan mengawali konsumsi buah, minum lemon water dan baiknya tidak mengabaikan acar. (Dok/Foto: cegoh/Pixabay)

Jakarta, Landak News – Lebaran selain menjadi ajang silaturahmi keluarga juga menjadi kepuasan tersendiri karena dapat menikmati makanan-makanan lezat usai berpuasa selama 30 hari. Tentu saja ketupat, opor ayam dan rendang menjadi yang dinanti-nantikan di hari raya.

Kebanyakan orang pun akhirnya beranggapan jika di hari itu kolesterol akan meningkat. Tentu saja hal itu dinilai karena penggunaan santan di makanan yang disajikan. Santan kelapa sendiri mengandung 16 kali lemak jenuh dan empat kali kalori.

Menurut chef Vindex Tengker, seseorang biasanya memiliki kolesterol karena konsumsi makanan yang berlebih ketika hari raya. Padahal, seseorang seharusnya makan sesuai porsinya masing-masing.

“Makan makanan yang berlebih itu sebenarnya akan membuat perut menjadi tidak enak. Dan kolesterol biasanya terjadi karena makannya berlebih,” ujarnya saat ditemui di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6).

Meski demikian, pria yang pernah menjadi juri Masterchef Indonesia itu mengatakan, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol setelah menyantap makanan Lebaran.

1. Awali dengan buah

Trik Jaga Kolesterol saat Lebaran ala Chef Vindex Tengker Foto: Thinkstock/jacoblund Sebelum menikmati makanan utama, Vindex mengatakan, ada baiknya seseorang menyantap makanan pencuci mulut terlebih dahulu. Meski demikian, makanan pencuci mulut itu bukan dengan makanan-makanan manis atau gorengan.

Buah-buahan, kata Vindex, menjadi pilihan tepat sebagai pencuci mulut. Pencuci mulut itu dinilai dapat mengurangi resapan lemak ke dalam tubuh. Seseorang mungkin dapat menyajikan buah seperti melon, pisang, semangka, jeruk dan lainnya.

Selain bisa dimakan langsung, buah-buahan tersebut juga dapat dijadikan sebagai salad. Selain buah, seseorang juga dapat menyajikan salad sayur dapat berfungsi untuk mengurangi kadar lemak.

“Awali dengan buah dulu, makan apapun sebenarnya dengan cuci mulut buah itu dapat membantu kita mengurangi resapan lemak. Sekarang orang sudah mulai fokus soal kesehatan dan dari prakteknya pun sudah mulai terlihat,” ujarnya.
2. Lemon Water

Bukan hal baru ketika melihat infuse water tersedia di samping sajian makanan berat. Vindex mengatakan, hal tersebut memang dibutuhkan apalagi usai menikmati makanan yang tinggi kadar lemaknya.

Salah satu infuse water yang disarankan oleh Vindex adalah lemon water. Jika biasanya dalam sebotol lemon water hanya dua irisan lemon, seseorang dapat memasukkan lima iris lemon. Meski demikian, Vindex mengatakan, hal tersebut tergantung pada selera masing-masing.

Asam yang dihasilkan oleh lemon, kata Vindex, dapat menyingkirkan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh. Hal itu dapat membantu untuk menjaga kadar kolesterol.

“Sehabis makan banyak minum lemon water. Ini infuse water tetapi dengan lebih banyak potongan lemon di dalamnya,” ujarnya.

3. Cuka apel

Kolesterol dapat memicu seseorang terkena serangan stroke. Hal itu biasanya terjadi akibat ada penggumpalan darah dalam tubuh.

Vindex mengatakan, seseorang sebaiknya mengonsumsi cuka apel untuk melancarkan peredaran darah. Cuka apel dinilai dapat membantu menghilangkan penggumpalan darah tersebut.

Cara membuatnya, Vindex menyebutkan, dengan menyediakan segelas air hangat dicampur dengan dua sendok cuka apel. Biasanya, minuman cuka apel itu diminum satu jam setelah makan.

“Karena orang stroke itu darah kan tiba-tiba menggumpal, dengan cuka apel akan membantu,” ucapnya.

4. Jangan acuhkan acar

Menyantap sajian Lebaran bersama keluarga mungkin juga akan dilakukan di restoran. Biasanya, terdapat sejumlah makanan yang disajikan dengan lalapan. Vindex mencontohkan, nasi goreng kambing yang biasanya disajikan dengan acar atau timun.

Menurut Vindex, disediakannya acar bukan tanpa tujuan. Koki biasanya menyajikan acar untuk menyeimbangkan kadar lemak atau minyak yang masuk ke dalam tubuh. Acar biasanya disajikan dengan sedikit cuka yang memiliki rasa asam dan baik untuk menghancurkan lemak. Sedangkan timun memiliki fungsi untuk menurunkan tekanan darah.

“Makanan kita itu sudah ada balance-nya. Seperti kita makan nasi goreng atau nasi kambing biasa sudah ada timunnya. Sebenarnya harus dimakan itu (acar)-nya karena efek samping yang baik, sudah ada penyeimbangnya,” ucapnya. (cnni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *