Samidi, Kades Genengan Yang Juga Paranormal, Pasiennya Ratusan Orang Sehari

oleh

Samidi, Kepala Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang juga dikenal sebagai paranormal tampak sedang mengobati pasiennya yang jumlahnya ratusan orang setiap harinya.

KARANGANYAR (wartamerdeka.net) – Samidi, Kepala Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, sosoknya makin dikenal sebagai paranormal atau penyembuh alternatif. Tak heran, jika kediaman Samidi, di Dusun Tugu, tiap hari dipadati tamu yang hendak berobat.

Para tamu atau pasien yang datang tak hanya dari Karanganyar. Namun juga berasal dari Kota Yogyakarta, Klaten, Surabaya, bahkan juga Bekasi, Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Mereka sampai harus rela antri untuk diobati kepala desa tersebut.

Kabar bahwa Samidi, seorang Kepala Desa Genengan, mampu mengobati segala penyakit, memang telah bergaung ke sejumlah kota. Menurut Joko, warga asal Klaten yang beberapa kali datang ke rumah Samidi untuk mengantar tetangganya berobat, saat ditemui wartamerdeka.net di rumah Lurah Samidi, usai libur Lebaran lalu, , rata-rata pasien yang datang mencapai 200-300 orang setiap harinya.

Yang menarik, di rumahnya tak ada papan nama yang menunjukkan atau menginformasikan bahwa di tempat tersebut merupakan tempat pengobatan alternatif.

Dari pengamatan wartamerdeka.net, cara atau proses pengobatan yang dilakukan Lurah Samidi – demikian dia biasa disapa warga setempat, memang unik.

Dengan dibantu dua orang asistennya, Lurah Samidi meminta pasien dengan jenis penyakit tertentu untuk berkumpul.

Tak ada jampi-jampi atau pun ramuan khusus yang diberikan Lurah Samidi kepada pasiennya.

“Untuk penyakit kanker payudara, jantung, sesak nafas, batu ginjal, kista, ambeien, ngaceng (angkat tangan, red). Wis kalian kabeh sing tak sebutke mau podo waras (sudah, kalian yang sebut tadi semua pada sehat, sembuh, red), ” ujar Lurah Samidi.

Setelah itu Lurah Samidi langsung menyuruh pasien-pasien tersebut untuk memeriksa sendiri tubuhnya, apakah sudah sembuh atau belum. Jika merasa sudah sembuh mereka langsung dipersilakan pulang, yang belum sembuh diobati ulang.

Kemudian, Lurah Samidi pun kembali berteriak pada pasien jenis penyakit yang lain untuk berbaris. Lurah Samidi pun hanya berteriak sembuh sambil menjentikkan jari.

Dr Sunarto (kiri, baju merah) sedang berbincang-bincang dengan Lurah Samidi (kanan berkaos hitam)

Beberapa pasien yang diwawancarai wartamerdeka.net mengaku mereka sudah sembuh dari penyakitnya. Seperti Joko, yang mengaku sakit telinga (telinga sering mendenging) selama bertahun-tahun, bisa sembuh seketika.

“Ini luar biasa,” ujar Joko yang tinggal di daerah Tulung, Kabupaten Klaten.

Seorang pasien bernama Pujono yang menderita sakit paru paru yang sudah kronis, juga mengaku kini sudah sembuh, setelah diobati Lurah Samidi hanya dengan ditepuk bagian punggungnya.

Menurut Lurah Samidi, dirinya bisa melakukan pengobatan, di antaranya karena ada titisan Dewa Wisnu dalam dirinya. Awalnya, dirinya bekerja di sebuah kapal pesiar. Hingga suatu ketika, dirinya bermimpi didatangi leluhurnya yang meminta pada dirinya untuk segera pulang karena banyak yang membutuhkannya.

Saat bekerja di kapal pesiar, Lurah Samidi mengaku sudah beberapa kali mengobati temannya yang sakit. “Ada teman saya satu kapal, yang datang pada saya menceritakan kalau kakinya sakit luar biasa. Terus tanpa saya sadar, saya tepuk kaki dia yang sakit sambil bilang sembuh, dan habis itu kaki teman saya itupun sembuh,”terangnya.

Meski begitu, Samidi mengaku belum menyadari sama sekali kalau dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkannya. Hingga akhirnya, ada tetangganya yang terkena guna-guna tengah melihat dirinya sedang sholat di halaman. Kemudian, tetanggannya itu datang dan meminta dirinya untuk mengobati.

“Terus saya minta orang itu untuk wudhu. Tak lama setelah dia wudhu, terdengar suara letusan dari atas genting rumahnya dan disusul orang itu pingsan. Setelah dia sadar dari siuman, bisul-bisul nanah di sekujur tubuhnya hilang,” ungkapnya.

Sejak saat itu kabar dirinya memiliki kemampuan pengobatan menyebar luas.

Menurutnya, pasien mulai berdatangan ke rumahnya sejak sekitar tahun 2007 lalu. Namun, meski Samidi disibukan dengan banyaknya pasien yang datang kerumahnya.Tapi, tugasnya sebagai Kepala Desa yang memasuki dua periode itu tetap diembannya.

Hanya saja, Samidi berada di Balai Desa menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa hanya dua jam saja. Selanjutnya, dirinya kembali disibukan mengurusi pasiennya. “Saya berada di Balai Desa hanya dua jam saja. Setelah itu saya serahkan tugas desa pada perangkat desa lainnya,” terangnya.

Sementara Dr Sunarto, pendiri Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) dan Asosiasi Andalan Penyembuh Alternatif Indonesia (APALI) yang sudah melakukan peninjauan langsung ke rumah Lurah Samidi menyebut, Lurah Samidi menggunakan prinsip ketuhanan, gang dipraktekkan dalam dharma bakti sosialnya.

“Dalam pengamatan saya, masyarakat yang ingin berobat diajak berdoa dengan prinsip dasar bahwa Tuhan Allah-lah yang menyembuhkan, sehingga yang sakit bisa menjadi sembuh, ” ujar Doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dikenal sebagai pengamat dan Praktisi Metafisika ini kepada wartamerdeka.net, Rabu (5/6/2017).

Staf pengajar Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta yang akrab disapa Ki Narto ini menyebutkan penyembuhan yang dilakukan Lurah Samidi dengan kekuatan spiritual yang dialirkan melalui organ mata atau penglihatan, dialirkan melalui organ lidah atau pengucap dan melalui telapak tangan, yang dikenal dengan tumpangan tangannya.

“Energi spiritual yang dimiliki Lurah Samidi memang berbasis kekuasaan Tuhan, ” ujarnya lagi.

Dr Sunarto mengaku telah melihat ataupun menyaksikan langsung, bagaimana cara pengobatan Lurah Samidi.

“Dengan pasien yang berjumlah ratusan bahkan bisa bisa sampai 300-an orang yang ditampung di halaman rumahnya maupun di dalam rumahnya, membuktikan banyak orang sudah merasakan kemampuan Lurah Samidi, “tambahnya lagi.

“Berdasarkan wawancara saya dengan beberapa pasien yang telah datang ternyata banyak sekali yang telah merasakan kesembuhan. Beberapa orang merasakan bahwa setelah ada tumpangan tangan itu bagian tubuh yang di rasa sakit, apakah itu di punggung ataupun di perut ataupun di bagian dada dan bahkan di bagian kepala itu merasakan getaran-getaran yang merayap ataupun energi yang merayap, seakan-akan kena setrum listrik yang kecil sampai beberapa jam sehingga itulah menjadikan suatu proses penyembuhan ataupun proses penyelesaian masalah yang didapat dari upaya bantuan dari Pak Samidi, “tutupnya. (Aris Kuncoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *