Karol-Gidot, Solusi Kongrit Masalah Warga Pedalaman Kalbar

oleh

SANGGAU, LANDAKNEWS – Masyarakat Dayak di daerah pedalaman Kabupaten Sanggau tidak ragu lagi, untuk memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot pada Pilkada Kalbar, 27 Juni nanti. Warga menilai, jika Karolin-Gidot adalah solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat Kalbar, khususnya mereka yang berada di daerah pedalaman.

“Kami yakin Karolin dan Gidot mampu mencarikan solusi dari masalah yang kami hadapi. Kami di sini minta jaringan listrik dan air bersih. Daerah kami adalah pegunungan, jadi sulit dapat air bersih,” kata Sabit Ira, seorang ibu rumah tangga di daerah Bukit Banuah, Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, sat menghadiri kampanye dialogis Karolin-Gidot, Selasa (8/5) malam.

Selain itu, sebagai seorang wanita, Ira (sapaan akbranya) yakin benar jika Karolin saat terpilih menjadi Gubernur, bersama Wakilnya Suryadman Gidot, akan memperhatikan pembangunan di daerah pedalaman. Karena memang, keduanya berasal dari daerah pedalaman Kalbar.

“Kami juga berharap Ibu Karolin dan Pak Gidot memperhatikan pendidikan anajk-anak kami. Karena pendidikan itu sangat penting bagi masa depan anak-anak, tentunya Bu karolin, pak Gidot paham tentang masalah ini,” ungkap Ira.
Pada kesempatan yang sama, calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Suyradman Gidot menggaransikan masalah yang dihadapi masyarakat dapat diatasi.

“Kita akan dorong PLN masuk ke sini. Tapi untuk sementara Karolin-Gidot punya solusi mengatasi jaringan listri warga di pedalaman. Kami punya lampu KMN namanya, lampu ini murah karena pake tenaga surya. Untuk satu rumah dengan jumlah lampu lima sampai sepuluh buah, kita cukup keluarkan anggaran Rp. 1 jutaan saja,” jelas Gidot
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Gidot menyatakan perlu dilihat terlebih dahulu potensi air di daerah tersebut. Karena daerah ini adalah daerah perbukitan, maka kita bisa kembangkan potensi air di sini.

“Saya sudah bisa terapkan pengembangan air bersih di Kabupaten Bengkayang. Sumbernya dari gunung. Kita akan kelola dengan melihat potensi yang ada,” pungkas Gidot.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *