Prabowo dan Zulkifli Hasan Imbau Aparat Negara Jaga Netralitas

oleh

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai menggelar pertemuan di Rumah Dinas Anggota DPR, Kompleks Widaya Chandra, Jakarta, Senin (25/6/2018). Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak 

JAKARTA , LANDAKNEWS – Pertemuan antara Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah selesai.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Zulkifli Hasan itu digelar selama lebih kurang !5 menit. Pertemuan dimulai pukul 10.46 WIB.

Mengenai pertemuan dengan Prabowo, Zulkifli mengaku membicarakan seputar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. “Dengan Pak Prabowo tadi, kami bertukar pikiran apa yang kita hadapi hari-hari ini, 27 Juni nanti di mana rakyat Indonesia menentukan pilihan gubernur, bupati, wali kota di 171 titik,” kata Zulkifli Hasan usai pertemuan.

Dia pun meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaksanakan tugas masing-masing dalam Pilkada serentak tahun ini dengan jujur.

“Adil dan tranparan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Zulkifli juga menegaskan bersama Prabowo sepakat mengingatkan aparat negara untuk tetap menjaga netralitas dalam pilkada serentak tahun ini. Terlebih, kata dia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah mengimbau masing-masing jajarannya untuk bersikap netral.

“Karena polisi kita adalah polisi merah putih, TNI kita TNI merah putih. Bukan TNI atau Polri nya kandidat tertentu tetapi polisi merah putih, TNI merah putih,” katanya.

Dia mengatakan, sikap netral aparat negara seperti Polri maupun TNI diperlukan agar pilkada berkualitas.

“Karena setelah ini kita akan menghadapi pemilihan legislatif, kemudian Pilpres. Tentu kalau di sini nanti ada masalah ke sananya kita akan menghadapi kendala,” tandasnya.

Dia menambahkan, pilihan boleh berbeda dalam pilkada, namun merah putih harus sama. “Oleh karena itu, sebagai pimpinan MPR saya berharap bisa menjaga persatuan dan kesatuan kita itu lah yang utama,” tuturnya.

Sementara itu, Prabowo Subianto mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan Zulkifli terkait kenetralan aparat negara dalam Pilkada serentak. “Saya ikut memperkuat imbauan Ketua MPR bahwa pemilihan di kotak suara pilkada yang akan datang 27 Juni akan datang dan pemilihan selanjutnya ini adalah wujud paling nyata dan paling penting dari demokrasi,” kata Prabowo.

Sumber: Sindo News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *