Wabup Heriadi Buka Festival Riam Solakng

oleh

PAHAUMAN, LANDAKNEWS – Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Landak kembali menggelar festival Riam Solakng yang berlangsung di Desa Senakin, Kecamatan Sengah Temila.

Festival tersebut merupakan festival kedua kalinya yang digelar instansi tersebut.

Festival itu sendiri berlangsung Kamis (30/8) hingga Jumat (31/8) kemarin.

Festival Riam Solakng yang sudah menjadi agenda tahunan Disporaparekraf Landak itupun ternyata mampu menyedot perhatian masyarakat Landak hingga wisatawan regional dari daerah lain.

Dalam festival itu, ada lima kegiatan yang digelar. Kegiatan itu meliputi, lomba kuliner berupa makanan ringan yang diikuti12 grup. Bahan dari lomba kuliner itupun merupakan bahan yang mudah dicari. Bahan-bahan tersebut seperti, jagung, ketela, keladi dan singkong.

Selain itu, dimeriahkan juga dengan penampilan 50 vocal solo yang mengikuti lomba dari berbagai daerah di Kalbar. Ada juga lomba fotografi yang diikuti 23 peserta dan lompa sumpit yang diikuti 31 peserta.

Festival Riam Solakng tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) Landak, Herculanus Heriadi.

Dalam sambutannya, Wabup mengucapkan terimakasihnya dan memberikan apresiasi kepada seluruh panitia festival Riam Solakng yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Dengan demikian, festival ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, festival Riam Solakng ke II tahun 2018 tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata yang dimiliki bumi Landak, baik wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya.

“Festival Riam Solakng ini dapat menjadi salah satu sarana menggali, mengenalkan, memasyarakatkan dan mengukuhkan eksistensi parawisata di Kabupaten Landak. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari ruh keistimewaan Kabupaten Landak,” kata Heriadi.

Dengan demikian tambahnya, pariwisata yang terdapat di Landak dapat berkembang. Objek wisata yang ada di Landakpun akan semakin dikenal oleh para wisatawan.

“Festival seperti inipun mampu menjadi daya tarik bagi negara lain untuk menikmatinya. Ini juga sekaligus akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung di Kabupaten Landak,” ucapnya.

Diakui Wabup, festival Riam Solakng tersebut sangat bersinergi dengan strategi Pemkab Landak dalam mengembangkan destinasi tujuan wisata. Selain itu, sebagai media untuk menampilkan kreatifitas masyarakat yang ada di Landak.
“Atas nama pribadi maupun selaku pimpinan di Kabupaten Landak, saya sangat mendukung peyelenggaraan festival ini,” tegas Wabup Landak dua periode ini.

Ia menilai, rangakian kegiatan festival Riam Solakng tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan destinasi tujuan wisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu bisa memberdayakan masyarakat di kawasan objek wisata.

“Saya berharap, tujuan dari peyelenggaraan festival ini menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua. Bukan hanya oleh Pemkab Landak maupun panitia peyelenggara saja. Tapi melainkan para pelaku wisata dan masyarakat Landak pada umumnya juga memiliki rasa tanggungjawab yang sama. Saya juga berharap, festival ini benar-benar dapat menyentuh masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah dalam mewujudkan peningkatan kunjungan wisata serta peningkatan investasi parawista di Landak,” harap Wabup.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pariwisara, Dinas Pemuda Olahraga Pariwsiata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Landak, Supiana, menyatakan nama kegiatan ini adalah pengembangan objek parawisata unggulan (Festival Riam Solankng) yang dilaksanakan di Kecamatan Sengah Temila Desa Senakin Dusun Petai Bejambu. Telah dilaksanakan pula tahun lalu, festival ini akan menjadi agenda tahunan pemkab Landak.
Ia juga ini menambahkan adapun tujuan dari kegiatan festival ini untuk memperkenalkan serta memprosikan keberadaan objek wisata yang terdapat di Kabupaten Landak dalam rangka pengembangan potensi keparawisataan. Juga untuk memberikan dampak pada masyarakat sekitar riam.

Ia berharap, dengan adanya festival ini, ekonomi masyarakat sekitar juga dapat berdampak.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *