Home / Nasional

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:55 WIB

Cerita PNS DKI yang Kehilangan Sosok Ahok

Balai Kota DKI Jakarta menjadi sepi sejak Ahok tak lagi menjabat Gubernur DKI Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Landak News – Basuki Tjahaja Purnama boleh saja mendekam di penjara. Dalam waktu dekat, dirinya juga akan segera digantikan oleh Djarot Saiful Hidayat. Namun jejak kerja dan kiprahnya selama hampir tiga tahun memimpin ibu kota, masih membekas di benak sejumlah anak buahnya.

Hal itu diakui salah satunya oleh Sumarni dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Sumarni mengaku merasa kehilangan sosok Ahok yang biasa ia temani hampir setiap pagi untuk membantu sang gubernur menerima aduan warga soal Kartu Jakarta Sehat (KJS).

“Gimana ya, pasti merasa kehilangan. Kan kami selalu mendampingi. Terkadang di sampingnya, di belakangnya,” kata Sumarni saat ditemui oleh CNNIndonesia.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (9/6)

Menurut Sumarni, selain tegas dan disiplin, Ahok adalah sosok yang pintar dan sangat tepat waktu. “Kalau sama Pak Ahok semuanya on time,” ucapnya.

Baca juga  Gunung Merapi Semburkan Material Panas Sejauh 1,5 Km

Sementara itu, menurut Sumarna dari Biro Umum DKI Jakarta, Ahok adalah sosok yang luar biasa baik dari pengetahuan maupun kemampuannya bekerja.

Ahok, kata Sumarna, sering pulang malam dan makan sambil bekerja hanya untuk menyelesaikan berkas-berkas pekerjaannnya.

“Enggak ada waktu santai-santai. Padahal, jadwalnya padat. Saya salut. Kalau malam berkas belum selesai dibawa pulang, besok dibawa lagi,” tutur Sumarna.

Sumarna yang menjadi bagian dari satuan pengamanan kantor gubernur DKI Jakarta juga merasa kehilangan Ahok. Menurut dia, sekarang Balai Kota DKI Jakarta sudah tidak seramai dulu saat masih ada Ahok.

“Bedanya terasa lebih sepi sekarang, tapi saya kurang tahu pasti apa alasannya. Apa karena sudah tidak ada Pak Ahok atau karena ada faktor yang lain,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com beberapa hari terakhir, kantor Balai Kota DKI Jakarta memang terlihat tidak seramai dulu.

Sistem layanan pengaduan masyarakat yang dulu menumpuk jadi satu di pendopo Balai Kota DKI Jakarta, sekarang sudah disediakan meja-meja khusus sesuai dengan bidang aduannya masing-masing.

Baca juga  BUMDes Hanya Boleh Satu Tapi BUMDesma Bisa Banyak

Masyarakat yang ingin mengadukan masalahnya tidak perlu lagi menunggu hingga pelaksana gubernur datang. Mereka bisa langsung mengadukan masalahnya kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Ahok pada 9 Mei 2017 dinyatakan bersalah dalam kasus penodaan agama.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. Ahok langsung dibawa ke Rumah Tahanan Cipinang, sebelum akhirnya mendekam di Rumah Tahanan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat kemudian ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Ahok memimpin ibu kota. (cnni)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tekan Kematian Covid, Pemerintah Diminta Genjot Obat & Alkes

Nasional

ARSSI Imbau RS Taat Aturan Tak Potong Insentif Nakes

Nasional

Instruksi Dirjen Pajak

Nasional

Prabowo Resmi Serahkan 40 Unit Pindad Maung ke TNI

Nasional

Jurnalis Online Indonesia Desak Polisi Usut Tuntas Aktor Saracen

Nasional

Warga Kesal, Kantor PTPN-II Kuala Bekala Digeruduk

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 17 Mei dan Lebaran 15 Juni

Nasional

Mensos Tiba di Larantuka Flores Timur
error: Content is protected !!