Home / Internasional

Jumat, 16 Juni 2017 - 13:38 WIB

Korban tewas akibat kolera di Yaman mendekati 1.000

Seorang anak perempuan terinfeksi kolera berbaring di lantai sebuah kamar rumah sakit di kota pelabuhan Hodeidah Laut Merah, Yaman, Minggu (14/5/2017). (REUTERS/Abduljabbar Zeyad/File Photo )

AMMAN, YORDANIA, LANDAK NEWS  – Jumlah korban tewas akibat wabah kolera mendekati 1.000 orang di Yaman, negara yang hancur akibat perang dan kemiskinan.
“Waktu sudah habis untuk menyelamatkan orang-orang yang tewas atau kelaparan dan sekarang kau didera wabah kolera yang menambah kerumitan itu,” kata Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Yaman, Kamis (15/6).

“Kami kesulitan karena kurangnya sumber daya. Kami butuh aksi cepat,” katanya dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Yordania, Amman.

McGoldrick memperbarui data, menyatakan bahwa ada lebih dari 130.000 kasus dugaan kolera dan lebih dari 970 kematian, dengan perempuan dan anak-anak mencapai separuh dari jumlah tersebut.

Baca juga  Amerika Dorong China lebih Berperan Hadapi Terorisme Global

“Yang paling memilukan di Yaman adalah bahwa kemanusiaan kalah dari politik,” kata McGoldrick.

Dia mengatakan rencana respons kemanusiaan senilai 2,1 miliar dolar AS (sekitar Rp27,9 triliun) untuk Yaman pada 2017 hanya 29 persen didanai.

Wabah kolera yang lebih menyengsarakan dari kelaparan di Yaman merupakan “indikasi kehancuran di sana dengan hanya 50 persen layanan kesehatan” yang beroperasi.

“Kami membutuhkan sumber daya, kami perlu uang dan kami membutuhkan semua itu sekarang untuk mengatasi kelaparan dan masalah kolera,” katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Para donor pada April menjanjikan hampir 1,1 miliar bantuan dana untuk Yaman, yang menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusian (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menghadapi “krisis kemanusiaan terbesar di dunia.”

Baca juga  Kematian Corona AS Lampaui 200 Ribu, Trump Anggap Memalukan

Namun hanya 25 persen dari janji bantuan ke badan pengungsi PBB yang sejauh ini disampaikan menurut juru bicara UNHCR Yaman Shabia Mantoo pada Rabu.

Perang Yaman sudah menyaksikan lebih dari 8.000 orang tewas dan jutaan orang harus mengungsi sejak koalisi pimpinan Arab Saudi turut campur pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah melawan pemberontak syiah Houthi yang bersekutu dengan Iran.(Ant)

Share :

Baca Juga

Internasional

Atasi Isis, Meliter Tiga Negara Bentuk Operasi Indomalphi

Internasional

Pria Kenya Hidup Lagi Saat Akan Dibalsem di Kamar Mayat

Internasional

Gempa 7,9 SR Guncang Alaska, Washington Terancam Tsunami

Internasional

Resmi, Kaisar Baru Jepang Naruhito Laksanakan Upacara Penobatan

Internasional

AS Veto Resolusi Yerusalem di DK PBB, Ini Reaksi Indonesia

Internasional

PBB Sebut ISIS Eksekusi 163 Warga Irak dalam Sehari

Internasional

Warga Italia Tuntut Pemerintah soal Penanganan Corona

Internasional

Kematian Corona AS Lampaui 200 Ribu, Trump Anggap Memalukan
error: Content is protected !!