Home / Kalbar

Kamis, 13 Juli 2017 - 13:40 WIB

Petani Sawit Tuntut PT KGP Bertanggung Jawab

Suasana di pengadilan negeri Sanggau, Kamis (13/7/2017). Petani menuntut PT KGP Bertanggung Jawab. (Foto:  Firmus)

SANGGAU, LANDAK NEWS – Ratusan Petani mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Sanggau, Kamis (13/7/2017) dengan menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan 8 buah dum truck.

Petani didampingi dua pengacara, Dr. Drs Frans Sisu Wuwur, SH.MA dan Videlis Mustahir, SH.

Petani menuntut 1255 hektar lahan yang tersebar di Desa Pandan Membuat di tiga Dusun, Pandan Sembuat, Hino dan Dusun Kedondong.

Terus Desa Kedakas yakni Dusun Siran, Ogeng, Sanjan Engkunut dan Kampung Sei Bemban Kecamatan Tayan Hulu. Desa Riyai Dusun Sei Panjang dan Desa Tanap Dusun Tanap Kecamatan Kembayan. Tuntutan ini di tujukan kepada PT Kebun Ganda Prima (KGP).

Baca juga  Punya Jaringan Kuat di Pusat, Karolin Yakin Pembangunan Kantor Polres dan Gedung RSUD Kubu Raya Bisa Segera Terealisasi

Tuntutan petani tentang beban membayar kredit dan ganti rugi lahan serta meminta perusahaan mengembalikan tanah yang di serahkan petani karena tidak sesuai dengan perjanjian pokok pokok penyuluhan di awal sebelum penyerahan lahan.

Hal ini semakin meruncing karena perusahaan tidak membagi kapling sawit kepada petani seperti yang di sepakati yaitu ketika sawit sudah masa tanam 48 bulan.

Termasuk hasil dari 70 persen ada potongan replanting 5 persen. Perawatan kebun 35 persen. Sisanya 30 persen untuk bayar kredit.

Penyerahan tahun 1999/2000. Desa Tanap Kecamatan Kembayan. Tahun penyerahan 1997/1998.

Baca juga  Kejar Target, Penyuluh Jangan Gagap Teknologi

Masa pembagian kapling 48 bulan. Namun sampai sekarang belum pernah di bagi kepada masyarakat petani penyerahan lahan.

Koordinator Petani Muhammad Yusriandi, menuntut pihak perusahaan membayar kerugian atas penyerahan tanah dan mengembalikan tanah tersebut kepada petani penyerah lahan karena tidak sesuai dengan pokok-pokok penyuluhan awal.

Suasana di pengadilan negeri Sanggau aman terkendali. Belum ada sidang, masih tahap mediasi oleh pihak pengadilan negeri Sanggau yang dimediatori oleh Maulana Abdillah, SH. (Firmus)

 

Share :

Baca Juga

Kalbar

Cegah Gangguan Keamanan Polsek Mandor Laksanakan Patroli

Kalbar

Wagub : Pemahaman Rabies Di Masyarakat Masih Kurang

Kalbar

Karolin-Gidot Akan Tambah Jumlah Guru Kontrak SD

Kalbar

Lembaga Adat Minta PT. TBS Akomodir Aspirasi Masyarakat

Kalbar

Hadiri Gebyar Muharam, Sujiwo Ajak Jaga Persatuan

Kalbar

Bupati Sambas Dukung Polisi Awasi Dana Desa

Kalbar

Forum Pemuda Lintas Agama Siap Menangkan Karolin-Gidot

Kalbar

Sutarmidji Ajak Masyarakat Memilih Pemimpin Yang Dapat Memberikan Perubahan di Kalbar
error: Content is protected !!