Home / Kalbar

Rabu, 23 Agustus 2017 - 16:35 WIB

Lagu Dayak Dibajak, A Star Man Tuntut Pelaku di PN Sintang

A. Sutarman

SINTANG, LANDAKNEWS– Sidang dengan agenda pembajakan atau pelanggaran Hak Cipta (HAKI) yang dilaporkan oleh A.Sutarman (A Star Man Production House ) Sintang, telah memasuki pemeriksaan saksi. Pada hari Selasa (22 Agustus 2017 ) sidang dengan agenda memeriksa saksi Martinus Rudi,SE dan Antonius Sutarman,S.Pd selaku saksi pelapor dihadiri dua terdakwa yaitu Faizal dan Rico Syahputra. Dalam kesaksiannya Sutarman mengungkapkan pada tanggal 28 April 2017, Ia bersama Rudi sengaja membeli beberapa keping VCD/DVD di Ruko penjualan DVD / VCD milik Rico Syahputra di pasar Sungai Durian Sintang.

Pada saat itu juga ia menemukan beberapa buah DVD yang justru menjual lagu-lagu daerah yang merupakan hasil karya atau hak ciptanya termasuk beberapa album lain keluaran rumah produksinya. Setelah itu Ia dan Martinus Rudi pun melanjutkan perjalanan dan singgah di Lapak penjualan DVD/VCD milik Faizal di bilangan pasar inpres Sintang, di Lapak milik Faizal ini juga Sutarman menemukan banyak DVD/VCD keluaran rumah produksinya yang dijual tanpa sepengetahuannya.

Setelah memastikan DVD / VCD tersebut palsu dan diperbanyak tanpa ijin dirinya selaku pemegang hak cipta maupun selaku pemilik rumah produksi, akhirnya tanggal 2 Mei 2017, Sutarman memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sintang. Pihak kepolisian Sintang yang dipimpin oleh Sugiyono beserta anggota Polres Sintang lain seperti : Markus, Yudicenta dan Rahman Ihsan melakukan gerak cepat menuju TKP yang dilaporkan.Tim pun dibagi dua. Dua orang anggota Polisi menuju Ruko milik Rico Syahputra dan Dua lagi bersama Martinus Rudi menuju Lapak milik Faizal.

Baca juga  Ps.Kanit Binmas Polsek Sebangki Gencar Sosialisasi Karhutla

Tangkap tangan dengan barang bukti yang cukup pun tak terelakan di dua tempat tersebut. Beberapa hari kemudian setelah diadakan pemeriksaan beberapa kali, akhirnya Faizal dan Rico ditetapkan Polres Sintang sebagai tersangka pelanggaran Hak Cipta dengan memperjual belikan, menyebarluaskan sesuatu milik orang lain tanpa seijin pencipta atau pemegang hak cipta.

Setelah melalui prosedur yang biasa dijalankan, beberapa hari kemudian, Rico Syahputra dan Faizal dikenai sangsi wajib lapor senin dan kamis oleh Pihak Polres Sintang. Setelah melalui beberap proses, akhirnya berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap dan pada tanggal 27 Juli 2017 yang lalu pihak Kejaksaan Negeri Sintang menahan kedua tersangka sampai sekarang.

Dalam sidang dengan pemeriksaan saksi kemarin, Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua : Hendro Wicaksono beserta Hakim Anggota : Edy Alex Serayox dan Chandran Rolandica Lumban Batu, Panitera pengganti : Kusuma Agus Cahyono, sedangkan Penuntut Umum adalah : Hendri Aritonang.

Dalam sidang pemeriksaan saksi dan saksi pelapor tersebut, kedua terdakwa pada dasarnya tidak membantah inti keterangan saksi.Kedua terdakwa maupun Sutarman sebagai saksi pelapor sama-sama tidak menggunakan jasa penasehat hukum maupun penasehat hukum yang biasanya disiapkan Negara.

Baca juga  Pemungutan Suara Pilgub Kalbar 2018 Kecamatan Menjalin Aman Kondusif

Sidang yang berlangsung pukul 14.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB lewat tersebut berjalan lancar disaksikan puluhan seniman dan pemerhati budaya di Sintang.

Setelah Sidang, A.Sutarman mengungkapkan bahwa Pembajakan lagu Daerah khususnya lagu – lagu Dayak telah menjadi penyakit menahun dan kronis stadium tinggi di Kalimantan Barat termasuk Sintang.

Khususnya Sintang, menurut Sutarman, pernah Ia lakukan pendekatan persuasive dengan menemui beberapa orang pedagang atau pemilik lapak penjual VCD/DVD.Bahkan Ia pernah menyurati secara resmi para penjual DVD/VCD diSintang agar jangan menjual DVD/VCD karya cipta atau keluaran rumah produksi a star man production
house tanpa seijinnya atau tanpa seijin mereka yang membuat album di studio rekaman.

Namun para pedagang tetap bandel. Karena pendekatan persuasive dan himbauan tidak diindahkan akhirnya Sutarman memutuskan untuk membawa kasus ini ke meja hijau.

“Saya juga berharap agar Hakim memberikan hukum yang setimpal dan memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat, agar ada efek jera baik bagi pelaku maupun kepada siapapun di Kalbar ini,” harapnya. (F)

Share :

Baca Juga

Kalbar

Kepesertaan Bayi Di BPJS Kesehatan Masih Rendah

Kalbar

Koalisi Partai Pendukung Midji – Norsan Makin Solid

Kalbar

Dengan Semangat Anggota Polsek Kuala Behe, Bersama Masyarakat Mendukung HUT RI Yang Ke 73

Kalbar

Karolin-Gidot Paling Komitmen Membangun Kalbar

Kalbar

Masyarakat Pontianak Minta Karolin Benahi Palayanan Kesehatan

Kalbar

Pangdam XII/Tanjungpura Kunjungi Sekretariat DAD Tingkatkan Komunikasi Untuk Kebersamaan di Kalimantan Barat

Kalbar

Kunjungi Keraton Matan Tanjungpura Gubernur Cornelis Dipersilakan Duduk di Tahta

Kalbar

Wabup Kapuas Hulu Hadiri Safari Ramadhan dan Santunan Anak Yatim Piatu
error: Content is protected !!