Home / Kalbar

Kamis, 21 September 2017 - 08:03 WIB

Ini Harapan Gubernur Kalbar kepada Imam Katolik

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis bersama Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, PR., Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, menghadiri Perayaan Syukur 25 Tahun Imamat RD. Pio Kristi Djelani dan RD. Heribertus Hermes Abet, di Basement Gereja MRPD Pontianak, Jumat (15/9). (Foto: Hen)

PONTIANAK, LANDAK NEWS – Gubernur Kalimantan Barat Corelis berharap para imam menjadi pelayan Tuhan yang Profesional, mampu menjaga dan kuat dalam kaul Imamat yang diterima, serta mampu dan bertahan terhadap tantangan dan godaan, sehingga tidak terjatuh dalam keterpurukan spriritual dan moral yang berdampak negatif bagi kredibilitas gereja secara keseluruhan.  Hal tersebut disampaikannya ketika memberi sambutan pada Perayaan Syukur 25 Tahun Imamat RD. Pio Kristi Djelani dan Pastor RD. Heribertus Hermes Abet, di Basement Gereja MRPD Pontianak, Jumat (15/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Umat Paroki Gereja Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Jalan Pancasila Pontianak, Uskup Agung Pontianak, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, serta tamu undangan lainnya.

Baca juga  Komitmen Adik Ipar Norsan Bulat, Siap Memenangkan Karolin-Gidot

“Termasuk para pastor lainnya agar menjadi pelayan Tuhan yang Profesional, mampu menjaga dan kuat dalam kaul imamat yang diterima,” ujar Cornelis.

Menurut orag nomor satu di Kalbar itu, selain kekuatan iman para pastor dalam mempertahankan kaul, umat katolik juga harus senantiasa mendukung dan menjaga para imam dan pastor dalam melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga dapat bekerja secara optimal dalam pelayanannya memuntun dan membawa umat ke arah yang lebih baik, mengingat pelayan Tuhan harus mampu menjadi contoh dan Teladan, baik tutur kata, sikap dan perbuatan.

Selain itu, Gubernur Cornelis juga mengajak seluruh umat untuk bersinergi, saling bermitra, dan melayani untuk kepentingan bersama terutama terkait peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial politik, perlu bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga tidak terjerumus dalam potensi ketidakharmonisan hubungan antar sesama anak bangsa, yang berujung pada rusaknya kerukunan hidup berbangsa.

Baca juga  Karolin-Gidot Siap Jadikan Kalbar Mandiri Dan Maju

Mantan Bupati Landak itu juga mengingatkan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik, karena 171 daerah,  mulai dari tingkat provinsi sampai Kabupaten Kota se-Indonesia mengikutinya. Di Kalbar terdapat pemilihan Gubernur, Walikota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sanggau serta Kabupaten Kayong Utara. Namun tetap fokus pada kegiatan masing-masing sebagai anggota masyarakat.  “Simpatisan dan anggota Partai Politik agar jangan bertindak diluar aturan hukum yang berlaku, sehingga mengganggu keterlibatan masyarakat umum. Jadikanlah Kalimantan Barat  sebagai provinsi yang unggul dan bermartabat dalam urusan politik serta hindarilah gesekan yang menyentuh hal SARA. ” pungkas Cornelis.

Oleh: Hentakun

Share :

Baca Juga

Kalbar

Koalisi Partai Pendukung Midji – Norsan Makin Solid

Kalbar

Karolin Ingatkan Masyarakat Segera Urus KTP-el

Kalbar

Jenazah 11 Warga Pontianak Akan Dimakamkan di Desa Pandu

Kalbar

Cornelis : Mendagri dan Menkeu Harus Berikan Solusi Kepada Daerah Yang PAD Tidak Mencukupi

Kalbar

Maju Di Pilkada Kalbar,  Karolin Siap Melayani Rakyat

Kalbar

FPK Gelar Raker Pembentukan Pengurus Tingkat Kecamatan 2017

Kalbar

Warga Transmigran Sintang Bertekad Menangkan Karolin-Gidot

Kalbar

Sidang ke 7 Kepemilikan Ganja, Pengacara: Berharap Hakim Meringankan Hukuman
error: Content is protected !!