Home / Pemda Landak

Selasa, 1 Mei 2018 - 18:40 WIB

Peringatan Hari Buruh Seharusnya Dijadikan Momentum Kemenangan

Plt. Sekda Landak Alpius memberikan nasi tumpeng kepada Ketua Panitia May Day Is Fun Day Hermanto. (Foto: One)

NGABANG, LANDAKNEWS – Plt. Sekda Landak Alpius mengatakan peringatan hari buruh sedunia telah ditetapkan pada tanggal 01 Mei setiap tahunnya. Yang mana menjadi hari kebebasan para buruh dalam mendapatkan “ libur full day ” sebagai perwujudan nyata atas keberadaan mereka dan peringatan tersebut tepatnya dimulai semenjak tanggal 1 Mei 1886.

“Di Kabupaten Landak, peringatan hari buruh tahun ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2018, bertepatan dengan hari libur nasional dan internasinonal, Dimana kegiatan ini yang melibatkan semua unsur Polri dan Pemda Kabupaten Landak, ormas, TNI serta serta perusahaan yang ada di Kabupaten Landak,” kata Alpius, saat mewakili Plt. Bupati Landak Herculanus Heriadi menutup Perayaan May Day Is Fun Day, Senin (01/05), dihalaman Kantor Bupati Landak.

Alpius melontarkan pertanyaan, bagaimana dengan keadaan buruh di tanah air kita tercinta ini? Ia mengatakan masih banyak kalangan yang menganggap bahwa keberadaan mereka tidak pernah dirasakan kehadirannya, akan tetapi merekalah yang memberikan banyak sekali keuntungan kepada si pemilik & perusahaan dan mereka memberikan kontribusi yang sangat besar sekali terhadap adanya kemajuan bangsa dengan membantu menambah devisa negara.

Baca juga  Kantor Kesbangpol Gelar Bimtek Bantuan Keuangan Kepada 10 Parpol

“Peringatan hari buruh seharusnya dijadikan momentum kemenangan. Jika dibandingkan dengan awal peristiwa buruh pada awal abad ke -18 lalu, nasib buruh hari ini jauh lebih baik. Kalau ada cita cita atau keinginan yang belum tercapai hingga saat ini itu artinya perjuangan harus tetap diteruskan.,” jelasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak ini juga menilai beberapa permasalahan buruh yang perlu menjadi perhatian kita bersama antara lain : jumlah buruh yang berserikat dan jumlah serikat buruh di perusahaan, tuntutan kaum buruh untuk penghapusan outsourcing, karena masih maraknya masih maraknya tenaga outsourcing yang bekerja di core bussines perusahaan serta sistem pemagangan yang dianggap sebagai praktek melanggar hak hak buruh, jaminan sosial; BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh perusahaan dan kinerja serta kualitas pelayanan BPJS Kesehatan agar ditingkatkan, tolak upah murah dan para buruh juga menuntut agar pp nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan dievaluasi kalau memungkinkan dicabut, karena disitu hak perundingan buruh ditiadakan, status pekerja agar diperjelas oleh perusahaan,keberadaan tenaga kerja buruh di Kabupaten Landak didominasi oleh pekerja sektor perkebunan kelapa sawit yang hingga saat ini masih memerlukan pembinaan kita semua.

Baca juga  Jakius Sinyor : Kalbar Posisi ke Tiga Rawan Konflik

“Masalah yang sering terjadi antar buruh dengan perusahaan antara lain masalah : upah minimum kabupaten yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh perusahaan,status karyawan, Tunjangan Hari Raya (THR), jaminan sosial yaitu BPJS Kesehatan dan, ketenagakerjaan dan status karyawan / buruh, Peraturan Perusahaan (PP) yang belum disosialisasikan kepada karyawa.” tegasnya.

Pada perayaan hari buruh tahun 2018 ini, Alpius berharap dapat dijadikan moment yang penting untuk kita saling instropeksi diri khususnya oleh ketiga unsur di atas yaitu pemerintah, perusahaan dan karyawan/buruh,untuk dapat besinergi membangun Kabupaten Landak ini yang lebih baik.

“Diharapkan semua unsur dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan fungsinya 1. Pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja ‘2. Pihak perusahaan menjalan fungsi perusahaan nya dengan mematuhI undang-undang ketenagakerjaan serta, 3. Karyawan/buruh berusahameningkatkan keterampilan dan meningkatkan produktivitas,” harapnya.

Penulis: Hi74, Editor: One

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Paguyuban Jawa Kabupaten Landak Adakan “Grebek Suro 2019”

Pemda Landak

Bangsa Indonesia Terancam Pecah, Perekat Kebhinnekaan Dalam Bingkai NKRI

Pemda Landak

Action Bersama, Bawaslu – Pol PP Berhasil Amankan 116 Alat Peraga Kampanye

Pemda Landak

Tindaklanjuti PP 15 Tahun 2010, Pemkab Landak Sampaikan Raperda RDTR

Pemda Landak

Hari Anti Korupsi Internasional,  Kejaksaaan Negeri Landak Siap Bidik Dugaan Korupsi

Pemda Landak

Respon Rekomendasi DPRD, Bupati Landak Akan Benahi Tata Kelola Pemerintahan

Pemda Landak

Evaluasi SPBE 2019 Meningkat, Bupati Landak Minta OPD Saling Bekerjasama

Pemda Landak

Tunggakan Rekening PLN ULP Landak Mencapai Rp. 10 Miliar Lebih
error: Content is protected !!