Home / Kalbar

Minggu, 27 Mei 2018 - 14:10 WIB

Untan Gandeng Korsel, Kembangkan Limbah Cair Sawit Sumber Energi

Universitas Tanjungpura menggandeng perusahaan asal Korsel Ilshin dan PTPN XIII dalam mengembangkan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi.  (Istimewa)

PONTIANAK, LANDAKNEWS – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggandeng perusahaan asal Korea Selatan Ilshin serta PTPN XIII untuk mengembangkan limbah cair sawit sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk listrik di Kalbar.

“Untuk pengembangan itu kita dari tiga pihak terkait baru saja melakukan penandatangan kerja sama di Kantor Pusat PTPN XIII, Pontianak,” ujar Rektor Untan Pontianak, Prof Dr Thamrin Usman DEA di Pontianak, Sabtu.

Thamrin menjelaskan adanya kerja sama yang dibangun sebagai upaya untuk mengatasi dampak pemanasan global dan kerusakan lingkungan hidup dari aktivitas industri sawit di Kalbar.

“Apa yang akan kita kembangakan tersebut akan juga memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi dari limbah cair pabrik kelapa sawit,” jelas dia.

Ia menambahkan hasil akhir yang akan diperoleh dari pengembangan nantinya berupa biodiesel dari Palm Acid Oil dan listrik dari gas methane.

“Pihak PTPN XIII berperan sebagai tempat riset dengan penyediaan limbah cair dari pabrik kelapa sawit, pihak Untan akan menjadikan limbah cair tersebut sebagai topik riset dan pihak Ilshin dari Korea Selatan menyediakan alat dan anggaran,” papar dia.

Baca juga  Ini Kata Gubernur, Perempuan Jangan Takut Berpolitik

Dikatakan dia kehadiran limbah cair pabrik sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) memberikan dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup.

“Kemudian yang paling menjadi sorotan masyarakat dunia adalah dampak kenaikan suhu bumi akibat terbentuknya Gas Efek Rumah Kaca (Gas Methane). Gas ini sesungguhnya dengan sentuhan teknologi pada gilirannya dapat dimanfaatkan sebagai gas penggerak generator listrik utk menghasilkan listrik,” jelas dia.

Ia menyebutkan melalui teknologi yang dikembangkan oleh Ilshin, limbah industri kelapa sawit dapat diubah menjadi biogas.

“Nantinya kapasitas produksi sebesar 9.000 N per hari. Itu akan mampu menghasilkan suplai listrik sebesar 7.675 MWh per tahun,” jelas dia.

Selain itu, lapisan minyak yang berkualitas sangat jelek atau Palm Acid Oil selanjutnya dapat menambah beban pencemaran air dan tanah serta bau busuk di udara, tetapi dengan bantuan teknologi maju dapat diubah menjadi produk yang bernilai ekonomi yang tinggi yaitu energi ramah lingkungan biodiesel sebagai pengganti BBM solar.

Baca juga  Kapten Rudianto: Prajurit TNI Sosialisasi UU Lalulintas dan Angkutan Serta UU Peradilan Militer

“Secara umum melalui teknologi yang akan dikembangkan ada dua manfaat besar yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut yakni mengatasi masalah limbah dengan efek pemanasan global dan mengubah limbah jadi produk ekonomi tinggi,” jelas dia.

Menurutnya projek tersebut pada gilirannya dapat diklaim sebagai program sawit bersih yang dapat digunakan kepada masyarakat dunia sebagai klaim bahwa industri sawit di Kalbar ramah lingkungan.

“Dengan demikian kita dapat terhindar dari embargo dari negara-negara konsumen baik di Eropa maupun Amerika dan Jepang. Tahap pertama kerja sama ini berupa Oil Recovery berdurasi satu tahun dengan masa kerja sama selama lima tahun,” jelas dia

Sumber: Antara Kabar

Share :

Baca Juga

Kalbar

Ombudsman Kalbar Buka Posko Pengaduan PPDB 2017/2018

Kalbar

Warga Transmigrasi Sanggau Pilih Karolin-Gidot Karena Dianggap Mampu Lanjutkan Pembangunan di Kalbar

Kalbar

Songkok Chapter Sekadau Menilai Karolin-Gidot Paslon Pilihan Anak Muda

Kalbar

Idul Fitri 2017, Gubernur Cornelis Silaturahmi Dengan Naik Bis

Kalbar

Karolin Siap Dorong Pembangunan Rel Kereta Api

Kalbar

BKSN 2017: Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern

Kalbar

Kalbar Layak Tambah Satu Provinsi

Kalbar

Disperindagkop Wujudkan Kota Tertib Menuju Ekonomi Cerdas
error: Content is protected !!