Tukang Service Elektronik Nekat Bunuh Diri, Sayat Pergelangan Kirinya

oleh

MANDOR, LANDAKNEWS – Nekat dan pikiran pendek ditambah ada masalah urusan ekonomi keluarga.  Membuat FI (30) warga Jalan Komyos Sudarso Perum 1 Gang Bayam A2 Rt. 001/021 Kecamatan Pontianak Barat. Senin (28/05/2018) sekitar pukul 20.45 wib.

Mengambil jalan pintas bunuh diri menyayat pergelangan tangan kirinya. Akibatnya ia harus dirujuk ke RSUD Landak.

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, Senin (28/5/18), datang seorang laki-laki bernama Udin memberitahukan kepada anggota kepolisian yang sedang melaksanakan piket di Mapolsek Sengah Temila.

Dimana telah ditemukan korban di WC kediaman Udin,  seorang laki-laki dalam keadaan tidak sadar dan berlumuran darah serta mengalami luka sayat dibagian pergelangan sebelah kiri dan tidak jauh dari sisi korban ditemukan Karter.

Kapolsek Sengah Temila IPTU. Sujiyanto, dikonfirmasi membenarkan adanya seorang laki-laki yang ingin mencoba bunuh diri.

“Kejadian memang benar yang bersangkutan melakukan upaya bunuh diri dan masih sempat di selamatkan serta kita bawa ke Puskesmas Pahauman untuk di lakuakan penanganan medis dan korban percobaan bunuh diri tersebut sekarang sudah di rujuk ke Rumah Sakit Umum Landak, ” kata Kapolsek, Selasa (29/5/2018).

Kapolsek menambahkan, korban pekerjaanya adalah tukang service elektronik. Dimana melakukan upaya bunuh diri disebabkan oleh masalah keluarga dan masalah ekonomi pada rumah tangganya.

Kapolsek menerangkan kronologis kejadian sekitar pukul 13.00 wib, korban berkunjung ke warung Udin yang di antar oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri korban.

Udin pemilik warung sempat menanyakan kepada korban mau kemana?

Korban menjawab, mau menunggu kawannya. Udin melihat korban kurang sehat,  lalu Udin menanyakan ke kepada korban, Kurang Sehat  ke kau Mur? korban pun menceritakan kepada Udin bahwa dirinya ada masalah keluarga yaitu masalah ekonomi.

“Korban juga mengaku aedang sakit di bagian rusuknya. Tidak lama kemudian korban hendak ke WC ingin buang air besar, ” kata Kapolsek.

Udin merasa korban sudah kurang lebih 30 menit di dalam WC, tidak ada tanda keluar-keluar. Merasa khawatir dan di panggilpun tidak ada  jawabannya lalu pemilik rumah memanggil dan mengajak Yono yang sedang minum kopi di warung Udin untuk menemaninya melihat korban di dalam WC.

Sampai depan pintu WC, Udin mencoba menggedor pintu dan tidak ada jawaban. Merasa curiga Udin pun naik di atas tong air untuk melihat korban di dalam WC. Dan ternyata korban sudah tergeletak dan berlumuluran darah, dimana tangan kirinya dibeset dengan karter.

Penulis : Andre Eka Perdana
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *