Kapolsek Menghadiri Konkercab PGRI Kecamatan Sengah Temila Tahun 2018

oleh

PAHAUMAN, LANDAKNEWS – Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto menghadiri undangan acara Konferensi Kerja Cabang PGRI Masa Bakti III tahun 2016 – 2020 Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak yang bertempat di Aula SMA Santo Benediktus Pahauman, Rabu (30/05/2018).

Konferensi Kerja Cabang PGRI Masa Bakti III tahun 2016 – 2020 mengambil tema “Membangkitkan Kesadaran Kolektif PGRI Dalam Meningkatkan Disiplin Dan Etos Kerja Untuk Pendidikan Bermutu”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sengah Temila Ursus SH. MH, Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto, Pengurus PGRI Kabupaten Landak Diwakili oleh Ketua tata kelola dan jati diri organisasi Bapak Jonatan, S.Pd, M.Pd, ketua Panitia Konkercab Bapak Ramli, S.pd. dan seluruh Kepala Sekolah dan Guru di Kecamatan Sengah Temila.

Maksud dan tujuan nya menghadiri acara konferensi tersebut adalah untuk semua anggota PGRI dapat mengenal sejarah, perjuangan, bahkan hakikat PGRI sehingga mereka memberikan apresiasi yang benar terhadap PGRI. Pengenalan dan pemahaman yang benar terhadap organisasi ini, baik sejarah, konstitusi, kegiatan, dan perjuangannya, akan melahirkan sikap yang tepat terhadap organisasi guru ini.

Sambutan Ketua Tata Kelola dan Jati Firi Organisasi Jonatan,, mengatakan guna mengembangkan profesionalitas guru, terutama dalam hal medidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Sementara secara pribadi, para guru dituntut memiliki kompetensi dan profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Sengah Temila IPTU. Sujiyanto menyampaikan implementasi MOU Kepolisian dengan PGRI dan memberikan himbauan tentang Kamtibmas serta berpesan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa dirinya juga mendukung upaya peningkatan kinerja guru di Kecamatan Sengah Temila dan juga menegaskan dirinya beserta anggota siap membantu dan menerima aduan permasalahan guru.

“Melaksanakan penegakan hukum terhadap profesi guru baik berupa tindakan kekerasan, ancaman/intimidasi dari peserta didik, orang tua ataupun pihak lain, ” pesan Sujiyanto.

Penulis : Simson
Editor: One

P
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *