Home / Uncategorized

Rabu, 30 Mei 2018 - 15:27 WIB

Karolin Berpesan Tiga Hal Kepada Masyarakat Kalbar

PONTIANAK, LANDAKNEWS – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa berpesan tiga hal kepada masyarakat, terkait isu bom yang marak terjadi di tengah masyarakat.

“Saya berpesan tiga hal ini kepada masyarakat Kalbar, yang pertama, seluruh masyarakat Kalbar agar selalu berhati-hati dengan ujarannya, karena, kalau asal ngomong, apa lagi terkait hal yang sensitif, jelas bisa menimbulkan dampak besar bagi orang banyak,” kata Karolin di Pontianak, Selasa (29/5/2018).

Yang kedua, katanya, masyarakat Kalbar diminta untuk selalu berharti-hati menulis status di media sosial. Terlebih saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, sehingga, apa yang ditulis, jika itu berbau negatif, jelas akan berdampak langsung bagi penulis itu sendiri, maupun orang sekitarnya.

“Yang ketiga, jangan menjadi bagian dari penyebar HOAX, karena ketika kita menjadikan HOAX sebagai bahan bercanda artinya kita tidak memiliki empati terhadap sesama,” jelasnya.

Baca juga  Memeriahkan HUT RI Ke - 74, Desa Rasan Gelar Berbagai Permainan Rakyat

Dirinya mencontohkan, beberapa waktu lalu, terjadi isu bom dalam pesawat di Bandara Supadio Pontianak, dimana hal itu mengakibatkan kerugian besar bagi pihak maskapai dan banyaknya korban panik dan luka akibat bercandaan soal bom.

“Terlepas itu bercanda atau apa salah dengar dari penumpang lainnya, saya mengharapkan masyarakat Kalbar agar tidak bercanda berlebihan. Jika ada orang yang bercanda tentang bom, dimana pun itu, kemungkinannya dua, yang pertama sengaja atau memang ada masalah dengan orangnya,” ungkap Karolin.

Jadi, lanjutnya, jangan bercanda-bercanda soal bom, karena menurutnya itu bukan hal yang sepele.

“Apa lagi jika sudah di dalam pesawat dan ketika pintu sudah ditutup, bukan perkara mudah untuk membuka kembali pintu pesawat tersebut,” terang dia.

Kemudian, kata Karolin, saat ini telah terjadi peningkatan praktik ujaran kebencian dalam tahun politik 2018-2019.

Baca juga  Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

“Semakin dekat dengan agenda kontestasi politik, maka ujaran kebencian akan semakin meningkat. Ujaran kebencian digunakan sebagai salah satu strategi kampanye untuk menyerang dan menjatuhkan lawan politik,” tuturnya.

Karolin mengatakan praktik ujaran kebencian masih akan terjadi pada 2018-2019 di mana akan diselenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak di 171 daerah serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden.

Ujaran kebencian yang terjadi di Indonesia, dan Kalbar khususnya terjadi dalam bentuk isu, misalnya tuduhan adanya kebangkitan PKI serta ujaran kebencian berbasis sentimen suku dan agama.

“Untuk itu kepada seluruh masyarakat Kalbar agar masing-masing kita bisa menjaga diri dari ucapan-ucapan yang tidak perlu dan bersama-sama mencegah HOAX untuk kepentingan kita bersama,” tandasnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Reses Komisi II DPR RI, Bupati Landak Minta Dukungan Program Pembangunan

Uncategorized

Bapak Uwas Ucapkan Terima Kasih Atas Pelayanan Polsek Mandor

Uncategorized

Personil Polsek laksanakan pengamanan Diparoki Santo Yusuf.

Uncategorized

Kapolres Landak Pimpin Latihan Pra Ops Operasi Keselamatan Kapuas 2021

Uncategorized

Antisipasi Pungli Bhabinkamtibmas Himbau Masyarakat  Untuk Stop Pungli

Uncategorized

Warga Pontianak Ingin Pembangunan Merata

Kalbar

Karolin Gagas Pembentukan BUM-Des Untuk Perkuat Desa dan Bangun Ekonomi Rakyat

Pemda Landak

Bupati Landak Menghadiri Musda Partai Golkar Kabupaten Landak
error: Content is protected !!