Home / Kalbar

Kamis, 7 Juni 2018 - 19:27 WIB

Lepas Pawai Keriang Bandong, Karolin Komitmen Lestarikan Seni Budaya

PONTIANAK,  LANDAKNEWS – Calon Gubernur Kalbar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa menegaskan komitmennya untuk melestarikan seni budaya yang ada di provinsi ini.

Karolin menilai, selain warisan dari para pendahulu, seni budaya juga dapat menjadi perekat dan modal penting untuk membangun manusia Kalbar yang berkarakter.

“Menurut saya, pembangunan itu bukan hanya fisik seperti jalan, jembatan dan lainnya. Namun kita juga harus membangun manusia, nah itu bisa dilakukan  melalui melestarikan seni budaya warisan nenek moyang,” kata Karolin usai  melepas pawai dalam rangka Festival Budaya Keriang Bandong di Komplek Pasar Global Jl. Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak, Rabu (6/6/2018) malam.

Karolin menjelaskan, sudah menjadi kewajiban generasi muda khususnya di provinsi Kalbar, untuk ambil bagian dalam melestarikan seni budaya. Seperti kegiatan festival keriang bandong yang dilakukan oleh perguruan Kilas Bayangan.

Baca juga  Cornelis Serahkan Secara langsung Paket bantuan Untuk Masyarakat Bengkayang

“Ini merupakan kegiatan seni budaya yang sangat positif. Saya sangat bangga dan mengapresiasi para pemuda di Kota Pontianak, yang terus melestarikan seni budaya. Ini sangat baik,” jelas Karolin.

Bagi Karolin, keriang bandong bukanlah hal yang aneh. Karena, dirinya kerap melihat pawai dan rumah warga khususnya umat muslim dipasangi keriang bangong, saat bulan suci ramadhan memasuki malam ke 21.

“Iya khusus keriang bangong ini, saya ingat waktu kecil dulu sering melihatnya. Saat ini juga bisa kita saksikan, anak-anak sangat suka mengikuti pawai keriang bandong. Ini akan berdampak baik untuk pelestarian seni budaya tentunya,” pungkas Karolin.

Baca juga  Ketua DAD Serawai Akan Rangkul Semua Tokoh Masyarakat Untuk Menangkan Pasangan Karolin-Gidot

Keriang Bandong adalah tradisi masyarakat kota Pontianak yang berupa penyalaan sejenis obor dari bambu kecil yang diberi sumbu dan diletakkan di halaman rumah-rumah pada malam hari sepanjang bulan Ramadhan.

Lampu minyak tanah inilah, yang disebut dengan Keriang Bandong. Kata ‘Keriang Bandong’ diambil dari sejenis hewan serangga yang menyukai cahaya. Sedangkan kata ‘bandong’ diambil dari kata berbondong-bondong karena kebiasaan keriang yang selalu datang berbondong-bondong mendatangi pusat cahaya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Kalbar

Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tinjau Kesiapan RIM Covid-19

Kalbar

SUTT Bengkayang – Tayan Mulai Digunakan

Kalbar

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 320/BP, Ciptakan Lingkungan Asri, Bersih dan Sehat

Kalbar

Karolin-Gidot Siapkan Modal Usaha Untuk PKL

Kalbar

Petani Sawit Tuntut PT KGP Bertanggung Jawab

Kalbar

Satgas Karhutla Gunakan Maklumat Himbau Warga

Kalbar

Kalbar Tidak Lagi Masuk Zona Rawan Pemilu

Kalbar

Lagi, Warga Perbatasan Serahkan Tiga Pucuk Senpi dan Munisi Aktif
error: Content is protected !!