Warga Pontianak Curahkan Keluh Kesah Pada Karolin

oleh

PONTIANAK,  LANDAKNEWS – Masyarakat di RT 01 RW 16 Kelurahan Sungai Jawi membeberkan keluh kesahnya saat Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa menghadiri undangan pertemuan terbatas di Gang Sabar, Kelurahan Sungai Jawi, Kota Pontianak, Jumat (08/06/2018) malam.

Menggunakan baju merah dan celana kain hitam, Karolin duduk sama rata lesehan dengan masyarakat.

“Dua tahun kita merasa tidak diperhatikan, tidak pernah tersentuh karena swadaya semua, masyarakat tidak putus asa dan bahu membahu,” ujar satu diantara Warga Gang Sabar, Mokodopit.

Selain itu, Mokodopit pun mengeluhkan kondisi dikelurahannya yang kini telah sering banjir ketika hujan tiba.

“Disini dulu tidak pernah banjir, namun semenjak dikerjakan drainase sering banjir dimana-mana, saya lihat drainase tidak pas, mungkin ada yang diperkecil atau dangkal, ini perlu ibu catat, begitu juga dengan jalan,” katanya saat menyampaikan aspirasi pada Karolin.

Begitu pula dengan kondisi Jalan, kata dia, jalan selalu tergenang dan cepat rusak

“Begitu hujan turun, berhenti harus kering, dan setau saya tidak ada minyak aspal, dan susun batu, makanya jalan cepat rusak, Ini yang saya perhatikan selama ini kenapa jalan rusak, termasuk juga dengan lumpur yang harus diangkat. Maka harus diawasi, terkait konstruksi jalan, dan juga drainase. Namun saat warga laporan ke RT, kemudian RT ke Lurah, malah Lurahnya yang diganti, bukan orang yang mengerjakan,” ungkapnya.

Bahkan, Mokodopit mengatakan dirinya sampai memvideokan orang yang mengerjakan proyek jalan, bahwa memang terkesan asal-asalan.

“Kita merasakan sendiri, boleh dicek, banyak akal-akalan, drainase digantung dan saya videokan itu, ini sebagai masukan,” katanya.

Ia pun mengatakan, sebenarnya kesejahteraan masyarakat ada pada manusianya, bukan pada pembangunan Jalan maupun gedung.

“Kami memperhatikan anak muda agar bekerja, tidak nganggur walaupun hanya jadi tukang parkir, kita koordinir, mudah-mudahan bagaimana ibu memberikan suatu lapangan kerja pada warga, karena menurut saya kesejahteraan masyarakat bukan pada jalan atau gedung, namun memberikan pekerjaan pada masyarakat. Jangan administrasi yang bagus saja, namun dilapangan menderita,” tutupnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *