Home / Kalbar

Rabu, 20 Juni 2018 - 22:49 WIB

LROP: 83 Persen Warga Kalbar Setuju Gubernurnya Perempuan

PONTIANAK, LANDAKNEWS – Lembaga Riset dan Opini Publik (LROP) menyampaikan sebanyak 83 persen warga Galbar setuju kepada pemimpin Perempuan untuk menjadi pemimpin lima tahun ke depan.

“Kesimpulan ini kita dapatkan berasarkan hasil survey yang kami lakukan terhadap 1400 masyarakat Kalbar yang tersebar di 14 kabupaten/kota pada 28 Mei sampai 2 Juni 2018 yang lalu,” kata Peneliti dari LROP Maulinawati, di Pontianak, Rabu (20/6/2018).

Dia menjelaskan, dalam survei yang dilakukan, karakteristik responden berdomisili di Kalbar dan berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Proporsi responden laki-laki dan perempuan adalah sebesar 50 persen : 50 persen.

“Proporsi pemilih yang tinggal di kota dan yang tinggal di desa adalah 35 persen : 65 persen, proporsi pemilih pemula, usia 17-20 tahun sebesar 20,2 persen, proporsi pemilih usia 21-29 sebanyak 19,5 persen, proporsi pemilih usia 30-39 tahun sebanyak 19,4 persen, proporsi pemilih usia 40-49 tahun sebesar 18,1 persen, proporsi pemilih usia 50-59 tahun sebesar 12,5 persen, proporsi pemilih usia 60 tahun ke atas sebesar 10,3 persen,” tuturnya.

Adapun temuan-temuan dari hasil surve tersebt, diketahui 91 persen responden telah mengetahui waktu pelaksanaan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Kalbar.

“Warga Kalimantan Barat dominan mengetahui waktu pemilihan pilkada, sebesar 91 persen. Temuan lainnya adalah, sebesar 63 persen warga Kalbar menginginkan pemimpin Kalbar ke depan yang berpengalaman sebagai kepala daerah,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, untuk pertanyaan terkait isu gender dan kepemimpinan daerah diperoleh persentase sebesar 83 persen warga Kalbar setuju kepada pemimpin Perempuan untuk menjadi pemimpin lima tahun ke depan.

Baca juga  Cornelis Silaturahmi Ramadhan Terakhir Sebagai Gubernur Kalbar

Sementara itu, sebanyak 91 persen warga Kalbar telah menentukan pilihannya pada Pilkada Kalbar 2018.

Dari responden yang telah menentukan pilihannya tersebut, sebanyak 86,04 persen responden tidak akan mengubah pilihannya, sedangkan 10,43 persen responden masih mungkin mengubah pilihannya.

“Sedang Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan pilihan responden adalah, 76 persen alasan program atau visi/misi. Dengan demikian Debat Kandidat sangat berpengaruh besar,” jelas Maulinawati.

Selain itu, lanjutnya, sebesar 21,05 persen alasan moral atau kasus hukum dan 2,26 persen karena money politik.

Untuk tingkat popularitas pasangan calon dipuncaki oleh pasangan Karolin-Gidot 96,21 persen, diikuti pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 94,64 persen, selanjutnya pasangan Milton Boyman 60,64 persen.

Sedangkan terkait akseptabilitas, posisi teratas diduduki pasangan calon Karolin-Gidot sebesar 92,87 persen, diikuti pasangan Sutarmidji Ria Norsan 84,53 persen dan pasangan Milton Boyman 65,84 persen.

“Ketika responden diajukan pertanyaan kunci terkait elektabilitas, apabila pilkada Kalbar dilakukan hari ini, pasangan calon mana yang anda pilih, maka pasangan calon Karolin-Gidot menduduki tingkat elektabilitas tertinggi yaitu sebesar 43,64 persen, diikuti pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 39,21 persen sedangkan pasangan Milton-Boyman 8,29 persen dan tidak menjawab/belum ada pilihan sebesar 8,86 persen,” ungkapnya.

Dari banyaknya responden yang belum menjawab/belum menentukan pilihan yaitu sebesar 8,86 persen, maka pertarungan ketat antara pasangan calon Karolin-Gidot dan Sutarmidji-Ria Norsan akan terjadi untuk memperebutkan pemilih ini.

Baca juga  Membakar Hutan Terancam Pidana

“Apabila seluruh 8,86 persen ini diraup oleh pasangan Sutarmidji-Norsan, maka peluang memenangkan pertarungan sangat besar. Namun sebaliknya, apabila pasangan Karolin-Gidot dapat meraih setengah saja atau sekitar 4 persen maka pasangan inilah yang memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi,” paparnya.

Adapun kecenderungan pemilih usia 17-20 tahun adalah memilih pasangan Karolin-Gidot dengan besaran 66 persen dan diikuti paslon Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 24 persen. Sedangkan pemilih Usia 21-30 tahun juga cenderung memilih pasangan Karolin-Gidot sebesar 55 persen dan diikuti paslon Sutarmidji-RiaNorsan sebesar 27 persen. Demikian pula dengan pemilih usia 31-39 tahun cenderung memilih pasangan Karolin -Gidot sebesar 52 persen dan diikuti paslon Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 31 persen.

“Namun ada hal yang berbeda untuk pemilih usia 40 -49 tahun dipuncaki pasangan Sutarmidji-Ria Norsan 43 persen, selanjutnya pasangan Milton-Boyman sebesar 28 persen serta pasangan Karolin-Gidot sebesar 25 persen,” kata Maulinawati.

Sedangkan pemilih Usia 50 sampai 59 tahun lebih cenderung memilih pasangan Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 48 persen dan diikuti pasangan calon Karolin-Gidot sebesar 26 persen serta pasangan Milton-Boyman 24 persen.

“Akhirnya, untuk pemilih Usia 60 tahun ke atas, kecenderungan pilihan jatuh kepada pasangan Sutarmidji-Ria Norsan 66 persen, diikuti pasangan Karolin-Gidot sebesar 22 persen serta pasangan Milton-Boyman sebesar 9 persen,” tutupnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Kalbar

Daka- Marina, Raja dan Ratu Sehari

Kalbar

Hadiri Perayaan Waisak, Cagub Karolin Harapkan Kalbar Yang Selalu Damai Dengan Multi Etnis

Kalbar

Erma Ranik Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR

Kalbar

Kado Jumadi , Putra Perbatasan Raih Predikat Terbaik Lulusan Tamtama Infanteri

Kalbar

Tunggakan Pajak Di Kalbar Rp948 Miliar

Kalbar

Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Beri Pembekalan Latihan Pratugas kepada Tim Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Kalimantan Barat

Kalbar

Gubernur Cornelis Resmikan STIM Shanti Buana Bengkayang

Kalbar

Melalui Coffee Morning, Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalbar Jalin Sinergitas dan Soliditas
error: Content is protected !!