Warga Dusun Menjalin Nekad Bangun Jalan Tol Diatas Papan 2 Keping

oleh -292 views

NGABANG – Impian masyarakat Dusun Menjalin Desa Pak Mayam Kecamatan Ngabang untuk memiliki jalan darat yang layak nampaknya pupus.

Hal ini dikarenakan saat pengerjaan badan jalan sejak Februari 2018 lalu menggunakan alat berat milik perusahaan perkebunan sawit PT. Kalimantan Subur Permai (KSP) yang ber areal di wilayah Pak Mayam ditarik kembali oleh pihak perusahaan pada  Maret 2018.

Menurut Bhabinkamtibmas Desa Pak Mayam Bripka Hari Sulistiyadi menjelaskan bahwa selama ini belum pernah ada akses jalan darat untuk dapat menuju Dusun Menjalin, warga setempat hanya mengandalkan tranformasi air disetiap aktifitas kesehariannya.

“Warga disini sudah lama mengidamkan pingin punya jalan darat untuk dapat menuju kampungnya, warga sering mengeluhkan itu pada saya,” ungkap Hari.

Diapun juga menerangkan bahwa dia bersama warga sebelumnya pernah merintis jalan setapak untuk mencari  akses terdekat menuju Dusun Menjalin, hasil rintisan itulah diketahui bahwa akses terdekat bisa melalui Dusun Belangiran yang jaraknya kurang lebih 5 Km.

Dari hasil itulah dia bersama pengurus dan warga Dusun pernah menghadap pihak perusahaan untuk melobi agar kiranya dapat memberikan bantuan berupa pembuatan jalan darat dari Dusun Belangiran menuju Dusun Menjalin dengan menggunakan alat berat milik perusahaan tersebut. Oleh perusahaan kemudian disetujui dan pada Februari 2018 pembuatan badan jalan mulai dikerjakan dengan mendapat pendampingan dari warga. Setelah berhasil menyelesaikan jarak lebih kurang 3,5 Km, tiba-tiba pihak perusahaan berhenti dan menarik alat beratnya dengan alasan hendak dipakai pihak perusahaan pada Maret 2018 lalu dan setelahnya pihak perusahaan berjanji akan melanjutkan kembali pengerjaan jalan.

Namun hingga saat berita ini diturunkan pihak perusahaan masih belum merealisasikan janjinya. Bahkan sudah beberapa kali warga bersama Bhabinkamtibmas menghadap pihak perusahaan namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Berkeinginan yang kuat akhirnya warga bersama Bhabinkamtibmas sepakat untuk bergotong royong setiap hari Sabtu dan Minggu membuat jalan sementara sepanjang 1,5 Km menggunakan balok kayu dan papan agar bisa dilalui kendaraan bermotor maupun sepeda.

“Diperlukan ketrampilan dan keberanian  untuk melintas jalan ini, dan kalau tidak terbiasa lebih baik bawa teman, karna jalan yang dilintasi hanya beralaskan dua keping papan…rentan sekali terperosok dan jatuh” tutur Hari.

“Warga keliatannya udah pasrah dengan kondisi yang ada…ya, semoga saja ada perhatian dari pihak pemerintah maupun swasta khusus untuk Dusun Menjalin,” harapnya.

Penulis : Irwanto
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *