BKSDA Kalbar dan YPI Libatkan Masyarakat Adat Di Kawasan Cagar Alam Gunung Nyiut

oleh

SERIMBU – Sosialisasi program untuk peningkatan pengelolaan Hutan dan Lahan Berbasis masyarakat adat di cagar alam gunung Nyiut yang berada di wilayah Kecamatan Air Besar kegiatan ini berlangsung di Gedung Badminton Pak Sugeng di Desa Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Selasa,  (08/01/19).

Camat Air Besar Heri Sarkinom menyampaikan Pemberdayaan masyarakat Adat di cagar alam gunung Nyiut, Para Kepala Desa dan Lembaga Adat perlu di pahami dan bertanya dan apa yang akan di perbuat dapat bertanya kepada para narasumber.

“Agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkan hutan dapat arif dan bijaksana, sejahterakan dulu masyarakat dan lestari kan hutannya. Kegiatan jangan putus sampai disini segera sosialisasi kemasyarakat desa langsung sampaikan kemasyarakat agar dapat di ketahui,” .tutur Heri.

Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalbar Singkawang Syamsi menambahkan masyarakat yang di sekitar kawasan hutan dan lahan dapat di sejahtera kan dulu agar tidak merambah dan merusak lingkungan cagar alam.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak Yohanes Meter mengharapkan supaya Mengikuti serta masyarakat untuk berpartisipasi untuk memelihara lingkungan Konservasi hutan menjadi perhatian merupakan langkah yang harus di tempuh untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ubah pola dari Menebang dan sekarang harus menanam pohon dan ikut berpartisipasi melestarikan hutan manfaatkan program ini untuk kesejahteraan masyarakat, “terang Yohanes Meter.

Kapolsek Air Besar IPTU. Elfis Satria Efdi melalui Kasi Umum Bripka Edi Sanfransisco menyampaikan dukungan tentang program untuk peningkatan pengelolaan Hutan dan Lahan Berbasis masyarakat adat di cagar alam gunung Nyiut mengharapkan agar dapat bersinergi dengan Polri antara BKSDA Kalbar, yayasan planet Indonesia dan masyarakat sekitar kawasan cagar alam yang di wilayah Kecamatan Air Besar.

“Polisi, BKSDA Kalbar,Ypi dan masyarakat dapat bersinergi dalam menjaga keamanan hutan dan lahan konservasi sumber daya alam agar masyarakat untuk mengelola untuk kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan cagar alam, ” himbau Edi Sanfransisco.

Penulis : Andri
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *