Home / Polri

Kamis, 10 Januari 2019 - 13:05 WIB

Minim Pasokan, Harga Ayam Potong Di Landak Masih Tinggi, Tembus 48 Ribu Perkilo

NGABANG – Melambungnya harga ayam ras ditingkat pengecer cukup membuat kaget para pembeli, hasil pengecekan tim liput untuk hari ini Rabu (9/1), harga eceran ayam ras potong yang sudah bersih ditingkat pengecer Ngabang mencapai harga 48 ribu perkilo, sedangkan ayam hidup harga mencapai 38 ribu perkilonya.

Menurut salah seorang agen ayam pasar rakyat Ngabang Iskandar menuturkan, naiknya harga disebabkan minimnya pasokan ayam baik dari luar daerah maupun lokal Ngabang.

Baca juga  Wajah Polos Anak-Anak di Lokasi TMMD

“rata-rata kandang peternak sudah kosong, mereka menjual ayamnya waktu natal dan tahun baru, biasanya mereka hanya menyetok sedikit untuk habis tahun baru, makanya ayam jadi mahal” ungkap Iskandar selaku agen ayam.

Diakuinya bahwa ayam yang datang dari peternak dia beli dengan harga 36 ribu perkilonya dan dijual ke tingkat pengecer dengan harga 38 ribu perkilonya.

“Jangan dikira agen selalu dapat meraup keuntungan besar, resiko ayam mati dikandang penampungan sementara juga jadi resiko kerugian” keluhnya.

Baca juga  Nonton Bareng , Kapolres Landak Berbaur Dengan Warga

“Selama saya berdagang ayam, baru kali ini harga ayam potong sampai 48 ribu, banyak juga ibu ibu yang mau beli ayam lalu tak jadi, kaget dia dengar harganya, ” ungkap salah seorang pengecer ayam potong saat ditemui tim liput.

Penulis : Irwanto
Editor: One

Share :

Baca Juga

Polri

Kanit Binmas Polsek Meranti Ajak Kepala Desa Tahu Terapkan Pola Hidup Sesuai Protokol Covid-19

Polri

Penyalahgunaan Narkoba Dominasi Kejahatan Transnasional di Tahun 2019

Polri

Strong Point Pagi Depan SD Negeri 02 Menyuke

Polri

Cegah Tindak Kejahatan, Polisi Lakukan Patroli Malam Hari

Polri

Kapolsek Menyuke Hadiri Pelantikan PTPS Menyuke

Polri

Koordinasi Manggala Agni Daops Pontianak Dengan Kapolsek Mandor

Polri

Kapolsek Mandor Hadiri Gelar Pasukan Di Polres Landak

Polri

Polisi Dekati Anak-Anak Sampaikan Pesan Kamtibmas
error: Content is protected !!