Bhabinkamtibmas Pelopori Bangun Kebun Hortikultura Di Mandor Kiru

oleh

NGABANG – Termotivasi ingin jadi petani sukses, beberapa orang ketua kelompok tani (Poktan) dari Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo tadi pagi Kamis (10/1) mengunjungi Dusun Kari Semosok Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang dalam rangka sosialisasi, penyuluhan dan peninjauan demplot kebun sayur andalan milik kelompok tani Dusun Kari Semosok bekerja sama dengan perusahaan pengadaan benih unggulan produk PT. EAST WEST SEED INDONESIA (EWINDO) dengan produk dagangnya Cap Panah Merah dan PT. DGW (Dharma Guna Wibawa) yang bergerak dibidang pengadaan pestisida ataupun obat obatan pembasmi hama.

Dalam kunjungannya, poktan Mandor Kiru mendapat pendampingan dari Ketua PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kabupaten Landak Nikolaus Supin yang juga terkenal sebagai sang motivator dibidang perkebunan khususnya tanaman hortikultura jenis sayur-sayuran.

Hadir juga pada pertemuan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Mandor Kiru Brigadir Victorius Pridoni yang banyak dikenal oleh masyarakat binaannya sebagai Bhabin yang inspiratif. Selain itu hadir juga perwakilan dari produk dagang Panah Merah dan PT. DGW selaku nara sumber penyuluhan sekaligus menjadi pendukung program pengelolaan demplot atau yang disebut demotration plot (lahan kelola percontohan).

Dalam sambutannya Supin lebih fokus menyampaikan program terobosan yang harapannya dapat mendongkrak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan lahan tidak produktif menjadi lahan bernilai ekonomis melalui metode pemberdayaan tanaman hortikultura.

“bila saja kita tekuni dan berhasil, saya siap menjembatani dengan pihak pemerintah untuk pengadaan koperasi khusus tanaman sayur mayur agar mudah dalam pemasaran” janji Supin.

Sementara itu, dalam penyampaian dari pihak perusahaan Panah Merah yang diwakili oleh Idul lebih banyak mengulas panjang lebar terkait tehknis sistim tanam dan bagaimana memilih jenis varietas benih yang unggul.

“hasil survey saya, di Landak banyak sekali yang mengkonsumsi sayur, tapi rata-rata petaninya berasal dari daerah lain, oleh sebab itu saya ingin warga lokal bisa termotivasi untuk mengembangkan tanaman sayur karna hasilnya sangatlah menjanjikan” ungkanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Samsul perwakilan dari PT. DGW,  dia menjelaskan hal terkait media pendukung berhasilnya suatu cocok tanam, salah satunya yaitu penggunaan pestisida yang tepat.

“Kalau produk Panah Merah bergerak pada pengadaan benih unggul sedangkan DGW  pada pengendalian hama, oleh sebab itu kami selalu bersama, ” sebut Samsul.

“Untuk di Kabupaten Landak, di Kari Semosoklah demplot pertama yang kami buat bekerja sama kelompok tani, bapak bapak dapat lihat hasilnya dan semoga jadi motivasi kita”  jelas Samsul dihadapan poktan.

Pada kesempatannya Brigadir Victor yang juga sebagai penggerak poktan Mandor Kiru, lebih banyak memberikan motivasi. Dia barsama Supin dan didukung poktan bertekad akan menjadikan Mandor Kiru sebahai lumbung sayur yang nantinya juga akan menjadi motivasi di desa lainya.

“Setidaknya bila program ini berhasil dan berkembang akan banyak memberikkan dampak pada perekonomian masyarakat dan dapat meminimalisir adanya pembakaran lahan, ” ungkap Victor.

Saling tanya jawab dan peninjauan kebun, akhiri pertemuan.

Penulis : Irwanto
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *