95 KTP- e Pelajar SMKN 1 Ngabang Diserahkan Secara Simbolis

oleh

NGABANG – Plt.  Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Landak Alessius Asnanda,  Rabu (16/01/19), pagi menyerahkan secara simbolis 95 kartu KTP-e kepada siswa dan siswi SMKN 1 Ngabang.

Penyerahan ini,  disaksikan secara langsung oleh Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit,di halaman SMKN 1 Ngabang.

Kepada landaknews.com,  Alessius Asnanda mengatakan perekaman pelajar sebanyak 600 an siswa dan siswi SMKN 1 Ngabang ini telah berlangsung sejak tanggal 22, 23 dan 24 November 2018.

“Kurang lebih 1  bulanlah,  kartu ini sudah jadi.  Namun dari sekian yang melakukan perekaman KTP-e,  baru 95 kartu yang ada, ” kata Alessius Asnanda.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) ini menjelaskan belum semuanya jadi kartu disebabkan ada beberapa faktor yaitu pertama belangko KTP kurang,  sudah tiga hari tidak mencetak KTP-e.

“Belangko asalnya dari pusat,  kita harus jemput bola ke Jakarta.  Kita usul kepada  pemerintah pusat 5000  yang dikasi paling hanya 2000. Ditambah kedatangan belangko tidak bisa cepat bisa berbulan-bulan,  bukan main minggu-mingguan, ”  kata Alessius Asnanda.

Terkait,  peralatan dan personil,  kata Alessius Asnanda,  tidak begitu masalah. Semua bisa dikerjakan sesuai dengan target.  Namun itu juga tidak terlepas dari listrik.  “Jika lampu padam menjadi kendala bagi kita untuk mencetak kartu KTP-e, ” kata Alessius Asnanda.

Pembuatan KTP-e adalah secara online dan ada servernya. Bila lampu padam,  bisa saja data hilang dan bisa juga masih ada.

“Tidak heran ada anggapan  warga membuat KTP-e lama. Pada hal membuat KTP-e banyak melalui proses yang tidak gampang bak membalikkan telapak tangan, ” kata Alessius Asnanda.

Alessius menambahkan,  adapun tujuan pembuatan KTP-e di tingkat pelajar tidak lain untuk memenuhi hak pelajar dalam kepemilikan KTP.

“Umur 17 tahun pelajar sudah merupakan kewajibannya punya KTP, ” kata Alessius Asnanda.

Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit menyambut baik atas program perekaman KTP-e hadir di SMKN 1 Ngabang dan langkah kerja yang cukup bagus.

“Apakah ini terlepas dari tahun politik.  Tapi yang jelas ini  kegiatan positif.  Ketimbang anak-anak sekolah pergi ke kecamatan,  atau dinas, banyak makan waktu, ” kata mantan guru SMAN 1 Ngabang ini.

Kemudian, anak-anak yang sudah terdata umur  mencapai 17 dengan sendirinya punya KTP-e,  sehingga ketika mereka tamat sekolah melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,  KTP tetap diperlukan untuk admistrasinya.

“Sebelum mereka tamat sudah punya KTP,  kami dari pihak sekolah sangat mendukung kegiatan tersebut, ” kata Dominikus seraya menambahkan bagi empat siswa yang  tidak bisa dalam perekaman KTP-e,  akan diminta rekam ulang di Disdukcapil selepas dari pulang sekolah.

Penulis: One
Editor: HI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *