HUT Pemprov Kalbar ke – 62, Bupati Landak Terima 5 Penghargaan

oleh -176 views

PONTIANAK – Peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang ke – 62 Tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Landak dalam mengukir prestasi di Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan diawali dengan Upacara Bendera HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke – 62 Tahun.

Ada Lima penghargaan yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada Pemerintah Kabupaten Landak yakni tiga penghargaan warisan budaya tak benda Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu warisan budaya tak benda Nyangahatn, warisan budaya tak benda Jonggan dan warisan budaya tak benda Tumpang Negeri.

Serta dua penghargaan dalam Kategori Program Kampung Iklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yaitu Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor dan Dusun Kuningan, Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar.

Penghargaan tersebut diberikan langsung Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kepada Bupati Landak Karolin Margret Natasa usai Upacara Bendera HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke – 62 tahun.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa merasa bersyukur atas penghargaan yang diraih Kabupaten Landak di kancah Nasional dan menjadi kado terbaik pada HUT Pemprov Kalbar ke – 62 tahun ini.

“Kita merasa bersyukur atas prestasi dan penghargaan yang diraih di tingkat Nasional yaitu tiga sertifikat warisan budaya tak benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan dua Desa yakni Desa Sempatung dan Desa Simpang Kasturi yang mendapatkan penghargaan Program Kampung Iklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ini merupakan hasil dari kerjasama sama kita antara Pemerintah Kabupaten Landak dengan masyarakat Kabupaten Landak dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Landak,” Ucap Bupati Landak saat diwawancarai para Jurnalis di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Bupati Landak menjelaskan bahwa penghargaan yang diraih ini menjadi contoh untuk Kecamatan dan Desa serta Kebudayaan dan Adat-istiadat yang ada dapat di akui oleh Pemerintah.

“Untuk tiga warisan budaya tak benda ini kita sebelumnya sudah mempersiapkan dokumentasi dan narasi serta membuktikan secara ilmiah dan historis bahwa ini adalah warisan budaya yang memang asli milik kita dan kita bersyukur bahwa proses itu telah selesai dan menerima pengakuan dari Pemerintah Pusat. Selain itu, untuk penghargaan desa saya berharap ini menjadi pemicu dan semangat untuk desa-desa lain agar dalam melakukan program desa juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kemandirian energi,” tutup Karolin.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *