Bupati Landak Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

oleh -64 views

PAHAUMAN,  KALBAR – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka lomba seni kreasi dan barenyah babaro (solo vocal) pada Festival Sanggar Budaya 2019 dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74 tahun di Pahauman, Kecamata  Sengah Temila, jum’at malam (23/08/19).

Kegiatan seni budaya yang mengangkat tradisi seperti tarian dan barenyah (bernyanyi) merupakan wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya yang layak mendapatkan apresiasi, terutama kegiatannya dilaksanakan bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan ke – 74 Negara Republik Indonesia yang memiliki berbagai macam suku bangsa dan agama dengan selalu manjga persatuan dan kesatuan.

Dalam sambutannya Bupati Landak menjelaskan, Negara Republik Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku bangsa dengan memiliki berbagai macam seni dan kebudayaan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan salah satunya mempertahankan seni dan kebudayaan dari Suku Dayak.

“kita sudah merdeka 74 tahun dan Indonesia adalah bangsa yang  besar, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Dan kita masyarakat Kabupaten Landak terutama masyarakat Dayak juga bagian dari keberagaman Indonesia. Saya menyambut baik perlombaan di bidang kesenian ini yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme diantara kita dan harus dikembangkan dan dilestarikan,” ucap Bupati Landak.

Selain itu, Bupati Landak mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan kebudayaan nenek moyang sehingga tidak lupa akan asal usulnya dan dapat menjauhkan generasi muda dari pergaulan yang negatif seperti narkoba, alcohol, dan perjudian serta mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk menjadikan aset wisata yang memiliki nilai ekonomis.

“Saya mengajak generasi muda untuk selalu melestarikan kebudayaan yang ada baik Dayak, Melayu, Bugis Jawa, dan sebagainya untuk dengan mencintai dan melestarikan warisan kebudayaan nenek moyang salah satunya dengan kegiatan ini serta dapat menjauhkan generasi muda dari pergaulan negatif dan meciptakan pola pikir kreatif dan inovatif untuk menjadikan aset wisata yang memiliki nilai ekonomis. Untuk para sanggar Saya harap tarian boleh dikreasikan, tetapi unsur tradisionalnya tidak boleh hilang sehingga generasi muda tetap memahami apa makna dari tarian yang di tampilkan dan apa makna dari lagu yang dinyanyikan,” jelas Bupati Landak.

Penulis: Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *