Home / Internasional

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:00 WIB

Kim Jong-un akan Runtuhkan Bangunan Korea Selatan di Gunung Kumgang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat memeriksa Gunung Kumgang dalam foto yang dirilis KCNA.

JAKARTA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memerintahkan pembongkaran fasilitas Korea Selatan yang ‘terlihat tidak menyenangkan’ di resort Gunung Kumgang, Korea Selatan, simbol langka kolaborasi antara dua Korea.

Kantor berita negara KCNA (Korea Utara) melaporkan seperti dilansir Guardian, Kim juga menyerukan agar fasilitas itu digantikan dengan bangunan ‘modern’ yang dibangun oleh Korea Utara.

Penguasa Korea Utara itu menganggap resor di pantai timur sebagai milik dua Korea adalah sebuah kesalahan, mengingat lokasinya yang berada di tanah Korea Utara.

“Gunung Kumgang adalah tanah yang kami menangkan dengan darah dan bahkan tebing dan pohon di atasnya terkait dengan kedaulatan dan martabat kami,” kata Kim selama kunjungan ke resor itu minggu ini.

KCNA melaporkan Kim berpikir fasilitas Korea Selatan itu mengingatkan pada bangunan sementara di lokasi konstruksi.

Kim menginstruksikan untuk menghancurkan fasilitas yang terlihat tidak menyenangkan dari sisi selatan menurut perjanjian, dengan unit relevan di bagian selatan dan untuk membangun fasilitas layanan modern baru dengan caranya sendiri yang cocok dengan pemandangan alam Gunung Kumgang

Warga Korea Selatan mulai melakukan tur ke Gunung Kumgang pada 1998, tetapi kemudian menghentikannya pada 2008 ketika seorang turis perempuan dari Korea Selatan ditembak mati oleh tentara Korea Utara karena dilaporkan berkeliaran di zona militer.

Baca juga  Indonesia Kecam Keras AS karena Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Resor itu dibangun dengan investasi dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan, dan sejak itu menjadi tempat reuni berkala bagi keluarga yang dipisahkan oleh perang Korea pada 1950-1953.

Pyongyang dilaporkan marah dengan kegagalan Korea Selatan untuk melanjutkan tur, terlebih di tengah negosiasi yang mecet tentang program rudal balistik nuklir dan balistik Pyongyang.

Rezim itu telah mendorong Seoul untuk mengabaikan keberatan Amerika Serikat terhadap kerja sama antar Korea yang lebih besar. Tetapi investasi Korea Selatan di Kumgang akan melanggar sanksi internasional yang dikenakan pada Pyongyang.

Kumgang, bersama dengan kompleks industri Kaesong yang sekarang ditutup di utara perbatasan Korea Selatan, pernah dilihat sebagai contoh dari capaian kerjasama antara kedua Korea meskipun ada ketegangan militer dan politik.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, telah meningkatkan prospek untuk melanjutkan tur ke Kumgang dalam upaya untuk memulai kembali kerja sama antar Korea. Selama pertemuan puncak mereka di Pyongyang pada September 2018, Moon dan Kim setuju untuk melanjutkan tur ke Kumgang dan membuka kembali Kaesong, segera setelah suasananya diciptakan.

Pada April tahun ini, presiden AS Donald Trump menggambarkan Kumgang sebagai lokasi yang sulit dipercaya. Tetapi ia mengatakan bahwa waktunya masih belum tepat untuk mengizinkan warga Korea Selatan berkunjung.

Baca juga  Duterte: Saya Ingin Seluruh Teroris Mati

Terlepas dari kritiknya terhadap arsitektur Korea Selatan, Kim berkata akan selalu menyambut rekan-rekannya dari Selatan jika ingin datang ke Gunung Kumgang setelah dibangun dengan luar biasa sebagai tujuan wisata tingkat dunia.

Kim juga mengkritik pendahulunya, yang kemungkinan adalah ayahnya, Kim Jong-il karena mendorong Korea Selatan untuk berinvestasi di Kumgang. “Dia membuat kritik tajam dari kebijakan salah pendahulunya yang akan bergantung pada orang lain ketika negara tidak cukup kuat,” tulis KCNA yang dikutip Guardian.

Pemimpin Korea Utara itu mempromosikan pariwisata sebagai komponen kunci dari kebijakannya tentang pertumbuhan ekonomi mandiri.

“Seluruh orang harus menghargai kepercayaan bahwa kemandurian adalah satu-satunya cara untuk hidup. Tidak ada yang lebih bodoh daripada mengharapkan bantuan dari orang lain hari ini,” tulis editorial di surat kabar milik pemerintah, Rodong Sinmun.

Langkah kemandirian Kim datang ketika PBB memperingatkan bahwa kerawanan pangan di Korea Utara berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan hampir 11 juta orang kekurangan gizi. Tomas Ojea Quintana, penyelidik independen PBB tentang hak asasi manusia di Korea Utara mengatakan sekitar 140.000 anak-anak menderita kekurangan gizi, termasuk 30.000 yang menghadapi peningkatan risiko kematian. (fay)

Sumber: Indopos

Share :

Baca Juga

Internasional

PBB Sebut ISIS Eksekusi 163 Warga Irak dalam Sehari

Internasional

AS Veto Resolusi Yerusalem di DK PBB, Ini Reaksi Indonesia

Internasional

Dennis Rodman Yakin Kim Jong-un Masih Hidup

Internasional

Badai di Arafah Mereda, Aliran Listrik Kembali Menyala

Internasional

Turis Indonesia Diperkosa Warga Nigeria di Kamboja

Internasional

Cegah Penularan Corona di Penjara, Italia Bebaskan Bos Mafia

Internasional

Trump Ancam Gempur Rezim Suriah, Rusia Peringatkan AS

Internasional

Warga Italia Tuntut Pemerintah soal Penanganan Corona
error: Content is protected !!