Ningrat Batur Lokasi Keraton Raja Pulang Pali Dirawat Masyarakat

oleh -100 views

NGABANG–  Sekitar 8 hektar lokasi eks Keraton Raja Pulang Pali hinggi kini masih dipelihara masyarakat Dusun Se Sungai Desa Senunuk Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak. Yacobus, warga yang merawat lokasi Ningrat Batur, mengaku secara turun temurun sudah merawat lokasi Ningrat Batur, hingga kini hutannya masih tetap asli, dan terhindar dari kerusakan. Dulu daerah ini disebut Sekilap, yang dikenal dengan Ningrat Batur, atau Anggarat Batur.

Raja Pulang Pali VII ( Raden Kusuma Sumantri Indrat Ningrat) adalah Ramanda dari Raja Abdul Kahar, Raja Kerajaan Landak. Dara Itam ( Intan Terpilih) adalah istri Raja Pulang Pali VII ( Raden Kusuma Sumantri Indrat Ningrat atau Ratu Brawijaya Angka Wijaya), Dara Itam ibunda dari Raja Abdul Kahar.
Menurut penulis sejarah, Sarifudin Usman, Sang Nata Pulang Pali 1 sampai Pulang Pali VII, yang kala itu menganut agama Hindu bertahta di Ningrat Batur sejak abad ke 12 – abad ke 14, adalah keturunan dari Raja Singosari. Kemudian Kerajaan Landak di teruskan oleh Raja Abdul Kahar, dengan pusat Kerajaan di Munggu Ayu, atau di Desa Mungggu sekarang.

Untuk melestarikan sejarah, Lokasi Ningrat Batur selalu dipelihara masyarakat secara turun temurun, sampai kepada Yacobus.
Sebagaimana disampaikan Yacobus, saat berziarah di lokasi Ningrat Batur, Sabtu (15/2/2020), Ningrat Batur memiliki banyak misteri gaib yang selalu ditemukan dirinya maupun warga sekitar. Lokasi
Ningrat Batur dijaga oleh penguasa gaib, yang tidak semua orang bisa melihatnya, kecuali orang tertentu saja.

” Penguasa gaib Ningrat Batur dapat memberikan pertolongan bila diminta bantuan, tergantung kenyakinan.Tapi pertolongannya selalu nyata, karena dirinya sudah merasakan pertolongan dari penguasa gaib Ningrat Batur, ” tutur Yacobus.

Dirinya berharap agar lokasi yang menyimpan sejarah dapat dilestarikan baik oleh suku Melayu maupun suku Dayak, dan juga Pemerintah Kabupaten Landak, karena dari Ningrat Batur lah awal berdirinya Kerajaan Landak, yang sekarang sudah menjadi Kabupaten Landak.

Penulis: Ya’ Syahdan.

landaknews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *