Home / Internasional

Sabtu, 9 Mei 2020 - 19:29 WIB

Korsel Deteksi Klaster Baru Corona di Kelab dan Bar

JAKARTA – Pemerintah Korea Selatan mendeteksi klaster baru virus corona di daerah Itaewon, salah satu distrik terbesar di kota Seoul.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan, klaster baru terdeteksi usai pemerintah mengizinkan normalisasi fasilitas publik dan sejumlah perusahaan yang berada di distrik tersebut.

Korea Selatan mulai melonggarkan jaga jarak pada akhir April setelah tren penularan kasus virus corona menurun secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Setidaknya ada 13 orang dinyatakan positif Covid-19 ketika menghabiskan waktu di sebuah kelab dan bar di Itaewon pekan lalu.

Salah satu dari mereka merupakan seseorang yang membawa virus corona pertama kali ke dalam kelab tersebut. Lalu ia mengunjungi lima kelab lainnya sejak tanggal 1 Mei 2020.

“Sangat mungkin bahwa masih banyak orang yang terpapar,” kata Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan, Kim Gang Lip dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (8/5) seperti dikutip Anadolu Agency.

Baca juga  Bocoran Rapat Kepanikan Rezim Iran: Tuhan Tolong Kami....

Buntu dari penemuan klaster baru itu, Perdana Menteri Korea Selatan Chung Syekyun hari ini (9/5) memutuskan untuk melalukan tes uji Covid-19 di kelab tersebut.

“Kami akan menguji (tes Covid-19),” kata Chung usai melalukan pertemuan dengan para pejabat Kementerian Kesehatan Korsel seperti dikutip Yonhap News Agency.

Lebih lanjut, Chung memerintahkan jajarannya untuk melakukan tes terhadap 1.510 orang pengunjung kelab serta merahasiakan nama dan informasi pribadi mereka.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan pun meminta para pengunjung kelab untuk melakukan isolasi diri di rumah demi mencegah penyebaran virus corona.

Pertengahan April lalu pemerintah Negeri Ginseng sempat mencatat ada 116 pasien virus corona yang sembuh kembali dinyatakan positif.

Baca juga  JK: Peredaran Senjata Bebas Persulit Damai di Marawi

Para pejabat menyarankan mereka segera mempertimbangkan rekomendasi pengetatan pembatasan yang bertujuan mencegah gelombang kedua wabah virus corona.

Korsel adalah salah satu negara yang paling terdampak di masa awal penyebaran wabah tersebut yang bermula dari Kota Wuhan, China. Meski tidak menerapkan penguncian wilayah (lockdown), Korsel sangat ketat menerapkan pembatasan sosial sejak Maret lalu.

Saat ini Korsel memiliki 10.840 kasus virus corona, 256 kematian, dan 9.568 sembuh. Sementara untuk jumlah kasus infeksi virus corona di seluruh dunia hingga Sabtu (9/5) mencapai 4.014.320 orang.

Berdasarkan data statistik Worldometer, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.387.181 dan 276.237 kematian. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Internasional

Polisi Malaysia Geledah Apartemen Keluarga Najib Razak

Internasional

Amerika Dorong China lebih Berperan Hadapi Terorisme Global

Internasional

Demo Besar Landa 700 Kota di AS Tuntut Kontrol Senjata

Internasional

Nenek Buyut 89 Tahun Diperkosa Pemuda, Pria Lainnya Malah Tertawa

Internasional

Lima Polisi Tewas dalam Serangan Pemberontak Maois di India

Internasional

Trump Setuju Jual Senjata Rp13,7 T ke Saudi Termasuk 6.500 Rudal

Internasional

Indonesia Sediakan Takjil di Masjid Al Aqsa

Internasional

Suhu Sydney 47C, Warga Diminta Tak Keluar Rumah
error: Content is protected !!