Home / Nasional

Minggu, 10 Mei 2020 - 19:50 WIB

Kuasa Hukum Sebut 14 ABK Kapal China Tak Terima Gaji Utuh

JAKARTA – Kuasa hukum Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal China Long Xing 629 menyebut para ABK tidak menerima gaji utuh selama tiga bulan pertama. Perusahaan pemilik kapal pencari ikan tersebut beralasan gaji tidak utuh karena masalah biaya administrasi.

“Padahal menurut ketentuan dalam UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, pembebanan biaya rekrutmen kepada pekerja merupakan tindak pidana,” kata salah satu pengacara ABK dari DNT Lawyers, Boris Tampubolon dalam keterangan, Minggu (10/5).

Boris mengatakan pembayaran gaji juga tidak sesuai dengan kontrak yang ditandatangani oleh ABK. Ia mengatakan ABK tidak mendapat hak gaji sesuai dengan perjanjian.

“Ada ABK yang hanya mendapatkan US$120 atau Rp 1,7 juta setelah bekerja selama 13 bulan. Padahal seharusnya ABK berhak mendapatkan minimum US$300 atau Rp4,4 juta setiap bulan,” kata Boris.

Baca juga  Dampak Konflik AS – Iran Bagi Perekonomian Indonesia

Boris mengatakan jam kerja mengharuskan para ABK bekerja selama 18 jam setiap hari. Jika kebetulan pada saat itu tangkapan ikan sedang berlimpah, maka para ABK harus kerja terus-menerus selama 48 jam tanpa istirahat.

Boris mengatakan kontrak kerja (Perjanjian Kerja Laut) memuat unsur yang membuat ABK berada dalam kondisi rentan. Unsur-unsur tersebut di antaranya adalah jam kerja tidak terbatas yang ditentukan kapten, hingga hanya boleh makan makanan yang disiapkan.

“Tidak boleh komplen walau yang ada tidak layak atau bertentangan dengan agama, tidak boleh membantah perintah apa pun dari kapten, tidak boleh melarikan diri dari kapal, dan lain-lain,” kata Boris.

Boris juga mengungkap terdapat perbedaan pembagian makanan antara ABK WNI dengan ABK China. ABK WNI bahkan sering diberi makanan berupa umpan ikan yang berbau sehingga mereka mengalami gatal dan keracunan makanan.

Baca juga  Jokowi Segera Lantik Kepala Unit Pembinaan Ideologi Pancasila

Boris mengatakan ABK WNI diberi makanan berupa sayur dan daging ayam yang sudah berada di pembeku lemari pendingin  sejak 13 bulan. Sementara itu, ABK China selalu memakan dari bahan makanan  yang masih segar.

“Koki Tiongkok membuat dua  pembagian masakan, yaitu makanan khusus ABK Tiongkok yang seluruhnya lebih segar dan menggunakan air minum botol, dan makanan khusus ABK Indonesia dengan makanan lama yang tidak segar dan berbau,” kata Boris.

ABK Indonesia hanya diberikan air sulingan dari air laut yang masih sangat asin, sedangkan ABK Tiongkok meminum air mineral dalam kemasan botol.

“Beberapa penelitian menunjukkan kebanyakan minum asin dapat menyebabkan hipertensi dan jantung,” ujar Boris. (CNNI)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tahun 2017, Polisi Tangani 1.763 Kasus Kejahatan Siber

Nasional

Cabut Bendera Brigade Beringin, Sejumlah Preman Tembakan Senjata Api

Nasional

Kepala Daerah dan DPRD Ikut Dapat THR

Nasional

IPW : TNI Diperlukan Untuk Membantu Polri Dalam Mengatasi Terorisme

Nasional

Pelantikan Presiden Digelar Usai Salat Dzuhur

Nasional

Punya Bukti Kuat, KPK Tak Ragu Hadapi Praperadilan Setnov

Nasional

Idul Fitri, Jokowi Tetapkan Lima Hari Cuti Bersama

Nasional

Karakter Putin, Erdogan, dan Upaya Penggembosan Jokowi
error: Content is protected !!