Home / Politik

Rabu, 29 Juli 2020 - 18:37 WIB

Nalar Politik Harusnya Menang

PONTIANAK – Kontestasi politik di Bengkayang, Kalimantan Barat semakin mudah “terbaca” usai pasangan calon bupati -wakil bupati semakin mengerucut.

Terakhir, partai besutan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto “melabuhkan” dukungan kepada Sebastianus Darwis – Syamsurizal sebagai jagoan unggulan Gerindra yang akan berlaga di Pillkada Bengkayang, tgl 9 Desember 2020 mendatang. Sebelumnya, Darwis – kader lama di PDIP itu – sudah menggenggam rekomendasi dari Partai Golkar.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi yang intens mengamati pergerakan berbagai partai politik jelang pilkada mengakui, pesta demokrasi di Bengkayang sebetulnya sudah “selesai”. Dengan dikantunginya dua rekomendasi dari partai besar seperti Golkar dan Gerindra, otomatis akan semakin memperkecil ruang gerak partai-partai lain mencalonkan pengganti Suryadman Gidot itu.

“Secara nalar politik, harusnya partai politik yang akan merekomendasikan calon harus berdasarkan pengamatan obyektif, baik dukungan akar rumput maupun latar belakang calon. Kalau di PDIP, calon harus punya jejak rekam di PDLT yakni prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. Akan sanfat aneh jika ada calon yang tidak memenuhin empat kriteria ini, belum lagi hasil survei yang kredibel dan independen, menjatuhkan rekomendasi ke calon yang abal-abal. Misal saja ada calon yang terindikasi tersangkut kasus korupsi dan kasus moral, maka keberadaan calon selain berpotensi kalah juga akan merendahkan marwah partai.

Baca juga  Peta Politik di Kalbar Mulai Berubah, Karolin: Aku Ra Opo-Opo

Menurut pembimbing doktoral di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini, dirinya sangat yakin pada akhirnya PDIP akan mendukung dan memberi rekomendasi kepada Sebastianus Darwis – Syamsurizal. Alasan ini didasarkan semakin mesranya hubungan PDIP dengan Gerindra di berbagai pilkada. “Chemistry yang terbangun antara PDIP dan Gerindra pasti akan berlanjut di Bengkayang.

Menurut amatan Staf Khusus Presiden Megawati Soekarnoputeri ini, pasti Ketua Umum PDIP akan kecewa jika calon kepala daerah yang akan diusung partai pemenang pemilu lalu memiliki stigma yang buruk di masyarakat. “Ibu Megawati yakin 2024 nanti saatnya terjadi regenerasi kepemimpinan di semua lapisan kepemimpinan termasuk di Bengkayang. “Oleh karena itu calon yang disokong PDIP harus berwatak kerakyatan, tidak punya catatan kriminal serta bebas dari persoalan kasus-kasus moral,”ungkap Ari Junaedi yang pernah lama menjadi Tenaga Ahli Desk Pilkada di Kemendagri ini.

Baca juga  DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Resmi Menutup Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2020

Seperti diketahui, hingga kini DPP PDIP belum mengeluarkan rekomendasi pasangan calon kepala daerah untuk Bengkayang. Padahal beberapa daerah yang akan menggelar pilkada di Kalimantan Barat seperti Kapuas Hulu sudah keluar rekomendasi partai. (r)

Share :

Baca Juga

Politik

Pilkada 2018, PKB Bertekad Mengikutkan Kader Terbaiknya

Politik

Debat Capres-Cawapres Bakal Digelar Lima Kali

Politik

PKS Nilai Anies Lebih Layak jadi Capres ketimbang Cawapres

Politik

PKS Merasa Tak Ditinggalkan Partai Gerindra

Politik

Mulai Besok KPU Verifikasi Faktual Parpol Lama

Politik

KPU Diminta Tegas Soal Verifikasi Faktual Parpol Peserta Pemilu

Politik

Pemerintah Diminta Buat Kebijakan yang Serius untuk Lindungi Pergerakan Masyarakat agar Tak Frustasi

Politik

Hadapi Tahun Politik, PBNU Ajak Masyarakat Tinggalkan Politik Uang dan SARA
error: Content is protected !!