Home / Kab Landak

Senin, 3 Agustus 2020 - 15:25 WIB

Petani Plasma Tuntut  Aswat CS Dibebaskan

NGABANG – Ratusan petani plasma berasal dari 3 desa melakukan aksi damai di kantor PT.  Putra Indotropical (PI)  Wilmar Group, Senin (03/08/20), pukul 08.00 wib di Desa Sungai Kelik Kecamatan Ngabang.

Masa yang datang mengunakan pick up dan motor tersebut disambut pihak perwakilan PT. PI. Dibeck up scurity perusahaan dan pihak Kepolisian Polres Landak.

Sebagian kecil yang melakukan aksi damai ada yang membawa sepanduk bertulisan, Kami dijajah ditanah sendiri, Angkat kaki dari tanah kami, PT.  PI lebih kejam dari covid 19, dan Kami ambil hak dikebun  plasma bukan dikebun inti.

Selain itu hadir juga Camat Ngabang,  Kades Rasan,Kades Munggu, Kades Sungai Kelik,  Tokoh Masyarakat DAD Ngabang.

Juru bicara (Jubir) aksi damai Adrianus dalam pernyataannya mengatakan kami anggota petani dan masyarakat sekitar wilayah PT. PI tidak setuju dan mengecam tindakan yang telah dilakukan manajemen PT. PI menyangkut laporan dan penanahan pak Aswat dan beserta petani lainnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pihak manajemen PT.PI beberapa hal sebagai  berikut: 1. Pihak manajemen PT.PI segera mencabut berkas laporan di Kepolisian. 2. Segera membebaskan pak Aswat dan petani lainnya yang saat ini telah ditahan di Polda Kalimantan Barat. 3. Kami bersedia melakukan musyawarah kembali dengan pihak manajemen PT. IP menyangkut permasalahan yang ada selama ini guna mencari solusi yang terbaik.

Baca juga  Hari ke 2 Idul Adha, Panitia Masjid Keraton Landak Potong Kurban dari Gubernur Kalbar

“Apabila poin 1 dan poin 2 telah dipenuhi,” tegas Adrianus.

4. Apa bila permintaan kami melalui permintaan ini, tidak dipenuhi atau diabaikan oleh pihak manajeen PT.PI dalam waktu 2 x 24 jam setelah hari ini. Maka kami akan melakukan aksi lanjutan, diantaranya pemberhentian kegiatan apapun dilahan yang telah kami serahkan.

Surat pernyataan ini, kami bacakan dalam keadaan sehat jasmani/rohani tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak manapun dan kami sampaikan agar dapat dipenuhi oleh pihak manajemen PT.PI

“Jika dalam waktu rentang yang kami berikan tidak ada niat baik oleh perusahaan. Maka  kami bersama petani dan masyarakat akan melakukan demo lebih besar lagi, ” ancamnya.

Tuntutan petani dan masyarakat, akhirnya disampaikan kepada perwakilan perusahaan, dan perwakilan perusahaan berjanji akan menyapaikan tuntutan petani dan masyarakat pada hari itu juga.

“Saya sendiri mewakili perusahaan PT. PT memakili para pimpinan saya. Kami sangat menghargai  apa yang sudah disampaikan pada hati ini. Sekarangpun langsung menyampikan surat yang telah disampaikan kepada kami yaitu kepada pihak manajemen,” kata Amilin staf Humas.

Apapun keputusannya, kita masih menunggu  dari pihak manajemen PT. PI. Hari ini, lanjutnya, kami tidak bisa mengambil keputusan karena kami pengambil keputusan.

Amilin, sangat menghargai kedatangan teman-teman, dan saudara-saudara, dan warga guna menyampaikan aspirasi kepada PT. PI.

Baca juga  Harga Telor Masih Rp. 2.000

Ia juga meminta atas nama perusahaan, jika ada kesalahan pihaknya meminta maaf yang sebesar-besarnya.
“Untuk hari ini pernyataan sikap ini akan kami sampaikan kepada pihak manajemen PT.PI. Untuk pembebasan  saya secara pribadi tidak punya hak dan minta maaf, saya bukan orang pengambil keputusan guna membebaskan pak Aswat dan petani lainnya,” tegasnya.

Sebelum massa  membubarkan diri, perwakilan massa terlebih dahulu  melakukan ritual adat  menyembilih seekor ayam Jago.

Ditempat berbeda anak  Aswat, Budi Bahtiar mengharapkan kepada pihak kepolisan dalam hal ini Polda Kalbar agar bisa membebaskan ayahnya yang ditahan sejak tanggal 22 Juli 2020 lalu.

“Saya minta supaya  ayah saya dikeluarkan, laporannya dicabut, dan selanjutnya kita ikuti aturan main perusahaan minta dimediaskan dengan baik,” harap Budi dengan tulus.

Aswat CS disangkakan, oleh perusahaan atas memanen buah inti atau mencuri buah sawit milik perusahaan.

Pihak Aswat berkeyakinan bahwa mereka memanen buah sawit bukan  dimilik perusahaan. Melaikan mereka memanen buah sawit  di kebun plasma yaitu di Blok 99.

Selain Aswat, ada  4 petani lainnya, ikut dibawa di Polda Kalbar yaitu Suhermanto, Syarifudin, Hairi, dan Suhendra.

Penulis: hrn74

Editor: One

 

Share :

Baca Juga

Kab Landak

Pemberantasan Nyamuk Penyebab DBD, Puskesmas Ngabang Lakukan Fogging

Kab Landak

Jelang Idul Adha, Gas Tabung Melon Tembus Harga Rp.35.000 Pertabung di Landak

Kab Landak

Pengumuman PPDB Kalbar SMA/SMK Ditunda

Kab Landak

UJB Organizer, Adakan Lomba Kontes Kicau Burung Mania Dalam Rangka Meriahkan HUT RI Ke 75 Tahun 2020

Kab Landak

Viral, Hujan Es Guyur Wilayah Desa Darit Kabupaten Landak

Kab Landak

Kerja dari Rumah, ASN DPPKP Tetap Wajib Absen Online  

Kab Landak

SMKN 1 Ngabang Penerimaan Peserta Didik Baru Saat Pandemi

Kab Landak

Masjid Agung Babul Ulum Potong Hewan Qurban
error: Content is protected !!