Home / Parlementaria

Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:03 WIB

Hadiri Lokmin di Meranti, Komisi C DPRD Landak Fokus Pembahasan Stunting

LANDAK – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak menghadiri lokakarya mini kesehatan lintas sektor bidang kesehatan Kecamatan Meranti yang digelar di Puskesmas Meranti. Selasa (18/08/2020).

Lokakarya ini digelar pukul 09.00 pagi tersebut dibuka oleh Camat Meranti, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Landak Subanri, dihadiri Anggota Komisi C DPRD Landak dapil 4, Junis dan Sabirin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Mardimo, Dinas PUPR Landak, Kapolsek Meranti, Danramil Meranti, Kepala Puskesmas Meranti, dan beberapa Kepala Desa diwilayah Kecamatan Meranti.

Saat membuka kegiatan ini Camat Meranti Ericanes Panjuga mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan program tersebut, karena dirinya yakin dengan bekerjasama lintas sektor maka kasus stunting ini akan menurun.

“Kita harap Puskesmas sebagai ujung tombak masalah ini juga harus lebih proaktif untuk melakukan sosialisasi di masyarakat. Karna jika masalah stunting ini dibiarkan maka Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di wilayah Kabupaten Landak khususnya Kecamatan Meranti ini akan tertinggal dari wilayah lainnya,” jelas Ericanes.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Subanri dalam arahannya mengajak seluruh elemen masyarakat Meranti supaya ikut serta bersama-sama mendukung program-program yang dilaksanakan Puskesmas khususnya berkaitan dengan stunting.

“Lokmin ini fokusnya membahas Stunting karna dalam wilayah Meranti ini prevalensinya paling tinggi di Kabupaten Landak, kita dari Dinas Kesehatan bersama lintas sektor akan bekerjasama membahas hal ini dengan tujuan mengurangi kasus ini. Selain itu sesuai kebijakan dari Presiden Jokowi, kita diminta ikut bagian untuk menurunkan prevalensi stunting secepatnya karena Kalimantan Barat termasuk 8 provinsi yang masuk dalam prioritas Nasional dengan kasus stunting yang cukup tinggi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan.

Baca juga  Terkait Rencana Kerja dan Anggaran 2021, Komisi B DPRD Landak Harap Disesuaikan Dengan SE Bupati Landak

Sementara itu Margareta yang hadir langsung pada kegiatan ini selaku anggota Komisi C dan juga sebagai mahasiswa tingkat akhir yang mengadakan penelitian tentang masalah kesehatan/stunting di kabupaten Landak, selalu siap hadir di kegiatan lokmin/acara tentang masalah ini, mengingat kasus stunting ini akan menjadi masalah tersendiri dalam menciptakan generasi maju di Kabupaten Landak.

“Meski ini kasus yang harus ditangani lintas sektor, namun kita di Komisi C juga menaruh perhatian khusus dalam hal ini. Mengingat jika stunting ini tidak tertangani maka ini dapat dikatakan sebuah kegagalan kita bersama dalam menciptakan generasi maju. Stunting terjadi dari 1000 hari pertama kehidupan janin sampai berusia 2 tahun. Ibu pp mengalami kurang asupan gizi dan vitamin saat mengandung, jika melahirkan bayi perempuan, setelah dewasa dan menjadi ibu muda, maka akan berpotensi melahirkan bayi stunting. Jadi efek dari asupan gizi ibu bukan langsung pada anaknya, tapi nanti pada keturunan ke-2 atau kepada cucunya.” ujar Margareta.

Lokmin kali ini, 18 Agustus 2020, berdasarkan musyawarah dihasilkan beberapa kesepakatan bersama, yaitu;
1. Kepala Puskesmas Meranti menginformasikan kepada Kepala Desa terkait kasus stunting untuk ditindak lanjuti bersama.

Baca juga  PU Kalbar Selesaikan Perbaikan Jembatan Sebelum Lebaran

2. Kepala Desa mengaktifkan kader Posyandu, kader Posbindu, kader gizi dan kader kesehatan lingkungan yang sudah ada untuk penanggulangan masalah gizi, lingkungan dan PHBS.

3. Mapping lokasi untuk sarana air bersih dan sanitasi oleh kepala desa.

4. Pengganggaran untuk bidang kesehatan terkait stunting oleh desa untuk anggaran tahun 2021 sesuai dengan kewenangan dan regulasi yang berlaku.

5. Kepala Desa menghimbau warga agar datang untuk mengikuti pelayanan Posyandu dan Posbindu dari Puskesmas Meranti Melalui Kepala Dusun.

6. Dinas pendidikan siap membuat regulasi untuk Mengaktifkan kembali UKS di sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Meranti.

7. Dinas PU siap mendukung untuk kegiatan air bersih dan sanitasi anggaran tahun 2021.

8. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa siap mengawal dan mengawasi penggalokasian dana desa.

9. Tim PKMD Bethesda Serukam siap mendampingi penanggulangan Stunting melalui program PKM (Pengembangan Kesehatan Masyarakat) di Desa Tahu Kecamatan Meranti.

10. Polsek Meranti siap mengawal keamanan dan ketertiban dalam kegiatan penanganan Stunting di Kecamatan Meranti.

11. Lintas sektor terkait siap berperan aktif dalam menyukseskan reakreditasi Puskesmas Meranti demi peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan di Kecamatan Meranti.

Penulis: MC DPRD Landak

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Pembagian Plasma Belum Dilaksanakan, DPRD Landak Panggil PT.IGP

Parlementaria

Seluruh Fraksi Setuju Raperda Pencegahan Narkotika disahkan Menjadi Perda

Parlementaria

Miris! Tiga Anak Perempuan Disekap Ibu Kandungnya

Parlementaria

Meski Landak Zona Kuning, Ketua DPRD Kabupaten Landak Imbau Masyarakat Tidak Lalai Protokol Kesehatan

Parlementaria

Bahas Pajak Daerah Komisi B DPRD Landak Gelar Rapat Bersama BPRD

Parlementaria

Rapat Bersama Dinas PUPRPERA, Komisi C DPRD Bahas Infrastruktur Kabupaten Landak

Parlementaria

Pangan Issu Dunia, Menjadi Krusial dan Semakin Nyatanya Krisisnya

Parlementaria

Berusaha Kabur, Bandar Narkoba Tewas Diterjang Tima Panas
error: Content is protected !!