Home / Olahraga

Sabtu, 2 Januari 2021 - 15:21 WIB

Menpora: Saya Sedih Piala Dunia U-20 2021 Dibatalkan

JAKARTA – FIFA membatalkan gelaran Piala Dunia U-20 2021 dan menggantikannya ke 2023 akibat pandemi Covid-19 yang belum juga mereda. Ada keuntungan dan kerugian yang dialami Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC), Zainudin Amali, mengaku sedih dengan keputusan pembatalan yang diambil FIFA. Meski begitu ada nilai positif yang juga bisa diambil dari pembatalan tersebut.

Lalu, bagaimana nasib INAFOC dan kelangsungan bantuan dari pemerintah untuk Timnas U-19? Begitu juga dengan nasib stadion yang telah direnovasi untuk menjadi venue Piala Dunia U-20?

Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com bersama Menpora Zainudin Amali:

Respons Anda terkait keputusan FIFA soal pembatalan Piala Dunia U-20 2021?

Sedih ya, karena saya itu melihat semangat semua pihak. Ya semangat pemerintah pusat dan daerah, kemudian juga PSSI, pelatih khususnya anak-anak yang punya harapan luar biasa untuk tampil di Piala Dunia U-20.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut tentang Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN TA. 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.Menpora sedih melihat kerja keras Timnas Indonesia U-19 dan gagal tampil di Piala Dunia U-20 2021. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jadi saya bisa membayangkan kekecewaan mereka. Saya saja yang hanya Menteri Olahraga juga sedih melihat itu. Apalagi mereka yang sudah berlatih, dilatih keras luar biasa, performance naik, fisik meningkat, mental taktik strategi luar biasa. Saya memahami mereka.

Baca juga  Rossi Pamer Seragam Baru di MotoGP 2021

Timnas sekarang disebut generasi emas sepak bola Indonesia, tapi gagal tampil di Piala Dunia U-20, bagaimana pendapat Anda?

Kami juga berharap mereka bisa mengisi misalnya, timnas-timnas selanjutnya untuk U-23 senior, kan kita masih butuh yang lain. Tapi untuk yang U-20 kita harus terima keputusannya. Kita mau apa kalau FIFA sudah memutuskan itu. Kan ini propertinya FIFA, kita enggak bisa apa-apa.

Rugi atau tidak Indonesia dengan pembatalan Piala Dunia U-20 2021?

Enggak. Karena juga kalau dipaksakan situasi seperti ini juga tidak mungkin. Ini di luar perkiraan semua orang. Waktu diputuskan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Covid-19 belum ada di 2019.

GIF Banner Promo Testimoni

Tapi 2020 awal baru ada Covid-19 jadi bukan salah siapa-siapa. Ini bencana non-alam, situasi dan kondisinya harus kita bisa maklumi. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Karena ini juga konsekuensi kita sebagai tuan rumah tidak bisa hitung untung rugi seperti itu.

Lalu apakah Indonesia diuntungkan dengan pembatalan ini?

Ada positifnya, persiapan kita lebih lama lebih matang. PSSI sudah menyampaikan begitu, bahwa mereka bisa mempersiapkan tim lebih lama lagi. Itu mungkin keuntungannya.

 

PSSI tetap ke Spanyol di tengah pembatalan, bagaimana reaksi pemerintah?

Hitungan anggarannya sebelum pembatalan. Waktu 24 Desember diumumkan pembatalan, ya anggaran juga setop. Spanyol perincian anggarannya sudah masuk sebelum tanggal 24. Tapi TC Spanyol sudah bukan untuk Piala Dunia lagi.

Baca juga  Perview Timnas India U-16 vs Indonesia U-16: Laga Penentuan Nasib

Ke Spanyol itu sudah bukan urusan kami lagi. Saya harus lihat laporannya, saya belum pegang laporan. Spanyol itu seharusnya bukan menggunakan APBN dari bantuan pemerintah. Seharusnya murni dari anggaran pribadi PSSI, karena mereka mau ke Piala Asia U-19.

INAFOC sudah sampai mana persiapannya?

Kami masih kerja persiapan saja. Kami buat yang diminta FIFA untuk menyusun rencana dan itu sudah kita buat dan dikonsultasikan. Sebenarnya kami sedang menyusun kepanitian, tetapi akhirnya dibatalkan, ya kami hentikan, tidak bisa kami lanjut.

Kemudian yang sudah kami lakukan adalah sosialisasi dan kampanye-kampanye di berbagai kota itu. karena waktu itu belum diizinkan menggunakan FIFA World Cup U-20, maka kita lakukan itu menyemarakkan kegiatan road to kegiatan besar 2021. Kita sudah ada banyak billboard yang memajang foto Timnas U-19.

Nasib INAFOC seperti apa pasca-pembatalan?

Enggak dong. Kami akan revisi Keppres dan Inpres. Strukturnya tetap, yang ditugaskan itu, dewan pengarahnya Menteri Koordinator PMK, anggotanya Menteri-menteri terkait.

Kemudian Ketua Penyelenggara INAFOC Menpora, Ketua Infrastrukturnya Menteri PUPR, penanggung jawab Timnas, PSSI. Saya kira masih akan tetap begitu. Cuma di situ masih tertera 2021 ini yang harus diubah menjadi 2023. Tugasnya sih masih sama, pekerjaannya jadi masih sama. (CNNI)

 

Share :

Baca Juga

Olahraga

Neymar Jr Sabet Penghargaan Samba d’Or 2017

Olahraga

Sejarah Hari Ini 1 Mei: Ayrton Senna Meninggal, F1 Berduka

Olahraga

Hasil Piala FA: Tiga Gol di Ujung Laga, Tottenham Menang 4-1

Olahraga

Rossi Hanya Masuk 10 Besar

Olahraga

Marquez Tabrak Rossi, Honda Minta Maa

Olahraga

Manchester United Usir Ibrahimovic

Olahraga

Messi Buka Peluang Tampil Hadapi Spanyol

Olahraga

Marcelo Yakin Ronaldo dan Neymar Bisa Bersatu di Bernabeu
error: Content is protected !!