Home / Internasional

Minggu, 3 Januari 2021 - 10:27 WIB

Ahli Temukan Wabah Disease X yang Disebut Mematikan

Jakarta  – Para ilmuwan memperingatkan kemunculan virus mematikan lainnya yang disebut Disease X.

Disease X atau penyakit X yang berarti penyakit tidak terduga ini masih bersifat dugaan untuk saat ini. Penyakit yang ditakuti para ilmuwan dan pakar kesehatan masyarakat ini dapat menyebabkan penyakit serius di seluruh dunia ketika virus baru mematikan itu ditemukan.

Menurut Dr. Dadin Bonkole, ini bukan kemungkinan yang berasal dari fiksi ilmiah (science fiction), namun ketakutan ilmiah yang berdasarkan fakta ilmiah.

“Kita semua sudah seharusnya takut,” kata Bonkole dikutip dari CNN, Minggu (3/1).

“Ebola tidak dikenal sebelumnya. Covid-19 tidak dikenal sebelumnya, kita harus takut dengan penyakit-penyakit baru,” imbuhnya.

Professor Jean-Jacques Muyembe Tamfum yang membantu menemukan virus Ebola pada 1976 menyebut umat manusia menghadapi potensi virus mematikan baru yang tidak diketahui jumlahnya.

“Kita sekarang di dunia di mana patogen akan bisa keluar dan mengancam kemanusiaan,” kata Muyembe

Baca juga  Ciptakan Kebersihan Lingkungan, Babinsa Segarau Parit dan Masyarakat Buat Tempat Sampah

Dia juga memperingatkan kemunculan lebih banyak penyakit zoonosis atau penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia di masa depan.

Demam kuning, berbagai bentuk influenza, rabies, brucellosis, dan penyakit Lyme adalah beberapa di antara penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit seringkali ditularkan melalui perantara seperti hewan pengerat atau serangga. Mereka pernah menyebabkan epidemi dan pandemi sebelumnya.

Muyembe menilai pandemi di masa depan akan lebih buruk dari pandemi Covid-19.

Sejak infeksi hewan-manusia pertama yakni demam kuning pada 1901, para ilmuwan telah menemukan sedikitnya 200 virus lain yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Menurut penelitian Mark Woolhouse, profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Edinburgh, spesies virus baru ditemukan dengan kecepatan tiga hingga empat kali setahun. Mayoritas berasal dari hewan.

Para ahli mengatakan meningkatnya jumlah virus yang muncul sebagian besar disebabkan oleh kerusakan ekologi dan perdagangan satwa liar.

Baca juga  Trump Ancam Gempur Rezim Suriah, Rusia Peringatkan AS

Saat habitat alami mereka menghilang, hewan seperti tikus, kelelawar, dan serangga bertahan hidup di mana hewan yang lebih besar punah. Mereka bisa hidup berdampingan dengan manusia dan sering dicurigai sebagai ‘perantara’ yang dapat membawa penyakit baru bagi manusia.

Para ilmuwan mengaitkan wabah Ebola di masa lalu dengan perusakan hutan hujan. Sebuah studi 2017 menunjukkan bahwa 25 dari 27 wabah Ebola yang terletak di sepanjang batas bioma hutan hujan di Afrika Tengah dan Barat antara 2001 dan 2014 dimulai di tempat-tempat yang telah mengalami deforestasi sekitar dua tahun sebelumnya.

Para ilmuwan menambahkan, wabah Ebola zoonosis muncul di daerah yang kepadatan populasi manusia tinggi dan virus dapat menular dengan cepat. (CNNI)

 

Share :

Baca Juga

Internasional

Las Vegas, Kota Judi Terbesar di AS Babak Belur karena Corona

Internasional

Korsel Deteksi Klaster Baru Corona di Kelab dan Bar

Internasional

Trump Tolak Transisi Kekuasaan Damai Jika Kalah Pilpres AS

Internasional

Trump Setuju Jual Senjata Rp13,7 T ke Saudi Termasuk 6.500 Rudal

Internasional

Macron Sebut Rusia Terlibat Serangan Kimia di Suriah

Internasional

Lima Polisi Tewas dalam Serangan Pemberontak Maois di India

Internasional

AS, China, dan Rusia Cekcok Bahas Pandemi di DK PBB

Internasional

Trump akan Gelar G7 di Resor Golf Miliknya Picu Kritikan
error: Content is protected !!