Home / Nasional

Kamis, 1 April 2021 - 07:37 WIB

Rentetan Teror di Kantor Polisi Sebelum Mabes Polri Diserang

JAKARTA – Mabes Polri diserang seorang perempuan 25 tahun, Rabu (31/3) kemarin. Ia menodongkan senjata api ke sejumlah petugas polisi yang tengah berjaga.

 

Tak lama pelaku dilumpuhkan hingga tewas di tempat. Perempuan berinisial ZA itu meninggal setelah terkena tembakan di bagian jantung. Aksi teror ini masih dalam penyelidikan polisi.

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku berideologi ISIS. Hal itu menurutnya berdasarkan pengecekan unggahan akun media sosial milik pelaku.

 

Aksi teror di kantor polisi bukan baru kali ini terjadi. Berikut ini sejumlah serangan teror secara langsung maupun tak langsung yang dialami pihak kepolisian di markasnya sendiri dalam lima tahun terakhir.

 

Serangan di Karanganyar

Pada Juni 2020 lalu, rombongan polisi di Karanganyar, Cemoro Kandang, Jawa Tengah diserang seorang pria tak dikenal. Pelaku kemudian tewas di tempat setelah ditembak anggota polisi.

 

Tak hanya itu, dalam insiden ini seorang anggota polisi juga terluka setelah terkena serangan sabit pria tersebut. Pelaku itu merupakan pria asal Madiun, Jawa Timur bernama Karyono Widodo, residivis yang baru keluar penjara tahun 2019.

Baca juga  Survei LSI: Prabowo-Sandi Menteri Jokowi Paling Memuaskan

 

Bom Polrestabes Medan

Akhir 2019 lalu, terjadi aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Aksi tersebut terjadi setelah sejumlah aparat kepolisian melakukan apel pagi di halaman Markas Polrestabes Medan sekitar pukul 08.00 WIB.

 

Saat itu, secara tiba-tiba terdengar suara ledakan keras di halaman kantor operasional Markas Polrestabes Medan, tepatnya dekat kantin dan halaman parkir.

 

Dalam pemeriksaan aparat diketahui pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, mampu melewati pemeriksaan petugas dengan melilitkan bom di pinggang.

 

Kerusuhan Mako Brimob Depok

Kerusuhan terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 2018 lalu. Kerusuhan diduga terjadi akibat cekcok antara petugas lapas dengan napi di salah satu sel. Rutan pun sempat dikuasai oleh para napi yang terdiri dari sejumlah napi teroris.

 

Serangan di Polrestabes Surabaya

Bom bunuh diri terjadi di kantor Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Mei 2018. Atas serangan itu, empat pelaku tewas, empat polisi dan enam warga terluka.

Baca juga  Indonesia 10 Besar Tujuan Wisata Dunia Versi Lonely Planet

 

Polda Riau Diserang

Dua hari selang serangan di Surabaya, aksi terorisme juga terjadi di kantor Polda Riau, Pekanbaru. Dalam kejadian ini seorang polisi tewas, dua anggota lainnya mengalami luka. Sementara empat pelaku tewas. Serangan tersebut dilakukan lima orang yang diduga merupakan anggota Negara Islam Indonesia (NII).

 

Bom di Polresta Surakarta

Serangan bom bunuh diri terjadi di Polresta Surakarta, Jawa Tengah, pada 5 Juli 2016. Pelaku diduga bagian dari jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara. Seorang polisi terluka dalam kejadian itu, sementara pelaku tewas.

 

Teror Serangan Pesan Beruntun

Selain serangan secara langsung, pihak kepolisian juga sempat menerima pesan berantai bernada teror dan ancaman ke kepolisian. Teror itu beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp. Pesan itu beredar pasca penangkapan 22 tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah di wilayah Jawa Timur. (cnni)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tips Makanan Sehat Agar Berat Badan Terjaga Selama Pandemi Covid-19

Nasional

Dugaan Suap, KPK Tangkap Tangan Bupati Buton Selatan

Nasional

Pimpinan Sidang Pleno MUNAS 5 BYONIC,  Heri Irawan Wakili Kalimantan

Nasional

Korban Tewas Bom Gereja di Surabaya Jadi 11 Orang

Nasional

Pancasila Bisa Menjadi Kunci Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Nasional

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk Terhadap Fundamental Ekonomi

Nasional

Pemerintah Kaji Rencana Tambah Libur Lebaran

Nasional

Indonesia Sentuh Angka Positivity Rate COVID-19 Terendah Selama Pandemi
error: Content is protected !!